MITRABERITA.NET | Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, membongkar sejumlah bukti digital yang disebut mengungkap keterlibatan puluhan tokoh elite dalam proses penentuan lokasi dan verifikasi mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum MBG.
Melalui tim kuasa hukumnya, Sony mengaku telah menyerahkan seluruh bukti percakapan yang tersimpan di telepon genggamnya kepada penyidik Kejaksaan Agung. Bukti tersebut disampaikan bersamaan dengan pengajuan dirinya sebagai Justice Collaborator (JC) dalam perkara yang sedang diusut.
Kuasa hukum Sony, Krisna Murti, menyebut terdapat sedikitnya 26 tokoh dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat pemerintahan, anggota DPR hingga pengurus organisasi kemasyarakatan yang tercatat melakukan komunikasi terkait program MBG.
Menurut Krisna, isi percakapan menunjukkan adanya permintaan agar yayasan maupun kelompok tertentu segera mendapatkan verifikasi dan persetujuan untuk mengelola titik dapur MBG di berbagai daerah.
“Ada semuanya, bukti-bukti terkait chat-chat-nya. Saya dengan beliau, saya dengan ini, dengan ini, dengan ini, satu per satu. Mereka minta yayasannya segera diverifikasi, mereka minta titiknya segera diverifikasi,” ujar Krisna, seperti dikutip dari Tribunnews.com.
Ia menjelaskan, kliennya selama ini kerap menerima berbagai atensi dan titipan dari sejumlah pihak yang ingin memperoleh akses lebih cepat dalam proses verifikasi mitra BGN.
Dalam pemeriksaan di Kejaksaan Agung, Sony disebut telah membeberkan nama-nama yang selama ini aktif menghubunginya terkait pengurusan proyek dapur MBG. Tim hukum menegaskan bahwa langkah tersebut dilakukan untuk menunjukkan bahwa proses yang terjadi tidak hanya melibatkan pimpinan BGN semata.
“Disebutkanlah nama-namanya. Ada sekitar berapa puluh nama yang disebutkan. Dia hanya menjalankan apa yang menurutnya merupakan atensi atau titipan dari berbagai pihak,” kata Krisna.
Pengungkapan bukti digital ini dinilai berpotensi membuka tabir baru dalam perkara korupsi MBG yang selama ini hanya berfokus pada pejabat internal BGN. Penyidik kini didorong untuk menelusuri lebih jauh kemungkinan adanya pihak lain yang turut menikmati manfaat dari pengaturan proyek maupun distribusi titik dapur MBG.
Kasus ini menjadi sorotan karena Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, yang menyerap anggaran besar dan menyasar jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Editor: Redaksi






















