MITRABERITA.NET | Warga Gampong Neuheun, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, mendadak dikejutkan dengan kabar meninggalnya seorang pria setelah sempat dicari keluarganya hingga malam.
M. Suid (67), seorang petani, ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa di kamar mandi TK Malahayati, Gampong Neuheun, pada Ahad (20/9/2026) malam, sekitar pukul 22.00 WIB.
Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban diketahui menghadiri resepsi pernikahan di rumah M. Ali, Gampong Neuheun, sekitar pukul 16.00 WIB.
Pihak berwenang mengatakan, saat berada di lokasi acara, korban sempat bertemu dengan Basri (52), seorang warga Gampong Ladong, Kecamatan Mesjid Raya.
Kepada Basri, korban sempat mengeluhkan kondisi tubuhnya. Ia bahkan menyampaikan bahwa bagian dadanya terasa panas.
“Korban sempat menyampaikan kepada saksi bahwa dadanya terasa panas,” kata Kapolsek Mesjid Raya AKP Mahdi Ashadi, mewakili Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Teguh Priyambodo Nugroho, Senin (21/9/2026).
Memasuki waktu magrib sekitar pukul 19.00 WIB, M Suid belum juga kembali ke rumah, membuat keluarga mulai khawatir dan berupaya mencari keberadaannya dengan mendatangi sejumlah rumah saudara.
Namun, upaya awal tersebut belum membuahkan hasil. Keluarga kemudian melaporkan kondisi itu kepada Geuchik Gampong Neuheun sekitar pukul 20.00 WIB.
Perangkat gampong selanjutnya mengumumkan pencarian melalui meunasah dan mengajak warga untuk bersama-sama menyisir sejumlah lokasi guna menemukan keberadaan almarhum.
Dua jam kemudian, pencarian akhirnya membuahkan hasil. Warga menemukan almarhum di kamar mandi TK Malahayati dalam kondisi tak bernyawa.
Jenazahnya kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka di Gampong Neuheun untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Setelah menerima informasi penemuan jenazah, personel Polsek Mesjid Raya bersama Unit Inafis Satreskrim Polresta Banda Aceh mendatangi lokasi.
Petugas mendatangi lokasi dan langsung mengamankan tempat kejadian, melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan sejumlah saksi.
Tim Inafis juga melakukan pemeriksaan dan dokumentasi di lokasi sebagai bagian dari penanganan awal peristiwa tersebut.
“Personel sudah mendatangi TKP, melakukan pengamanan lokasi dan olah TKP bersama Unit Inafis, serta mengambil keterangan saksi,” ujar Mahdi.
Menurut keterangan keluarga, korban diketahui pernah menjalani operasi jantung sekitar dua tahun lalu. Meski demikian, kepolisian belum menyampaikan kesimpulan mengenai penyebab pasti kematian korban.
Pihak keluarga juga menyatakan tidak bersedia dilakukan visum terhadap jenazah. Penolakan tersebut telah dituangkan dalam surat pernyataan keluarga.
Kepolisian tetap melakukan penanganan sesuai prosedur, termasuk pemeriksaan lokasi, dokumentasi, pengumpulan keterangan saksi, serta koordinasi dengan pihak terkait.
Hingga kini, peristiwa tersebut masih ditangani Polsek Mesjid Raya bersama Unit Inafis Satreskrim Polresta Banda Aceh.
Editor: Redaksi






















