PERISTIWA

Langit Blang Nisam Memerah Pekat, Warga Pertanyakan Keamanan Aktivitas Flaring CPP Blok A

×

Langit Blang Nisam Memerah Pekat, Warga Pertanyakan Keamanan Aktivitas Flaring CPP Blok A

Sebarkan artikel ini
Langit Gampong Blang Nisam, Kecamatan Indra Makmu, Aceh Timur, tampak memerah pekat pada Senin (26/10/2026) sekitar pukul 23.30 WIB. Fenomena tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas flaring dari arah CPP Blok A. Foto: Yusrana/warga Blang Nisam.

MITRABERITA.NET | Langit di Gampong Blang Nisam, Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur, kembali memerah pekat pada Senin (26/10/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.

Fenomena yang terlihat dari kawasan permukiman warga itu diduga berkaitan dengan aktivitas pembakaran gas (flaring) berintensitas tinggi di sekitar fasilitas Central Processing Plant (CPP) Blok A.

Dokumentasi yang diterima redaksi MITRABERITA.NET memperlihatkan langit di sekitar permukiman tampak merah mencolok, disertai visual asap hitam pekat dari arah fasilitas pengolahan gas tersebut.

Kondisi itu kembali memunculkan keresahan warga yang tinggal di sekitar wilayah operasional migas, terutama karena mereka mengaku tidak menerima pemberitahuan maupun penjelasan resmi terkait situasi tersebut.

Ketua Komunitas Perempuan Peduli Lingkungan (KopPeduLi), Nurdianti, SH, mengatakan, warga, khususnya perempuan dan anak-anak, merasa panik karena tidak mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika fenomena tersebut terjadi.

Menurutnya, hingga kejadian tersebut berlangsung, warga tidak mendengar sirene peringatan ataupun menerima informasi mengenai potensi risiko dan prosedur keselamatan.

“Ini yang kami takutkan selama ini. Kalau langit sudah merah begini, kami tidak tahu harus tutup jendela, pakai masker, atau mengungsi. Tidak ada SOP Tanggap Darurat yang pernah disosialisasikan kepada kami,” ujar Nurdianti.

Keresahan tersebut muncul hanya sekitar 10 hari setelah insiden flare yang disertai getaran dan suara bergemuruh pada 16 Oktober 2026.

Rentang waktu yang berdekatan itu membuat warga kembali mempertanyakan penyebab fenomena tersebut, sekaligus meminta kejelasan mengenai kondisi operasional fasilitas dan langkah perlindungan bagi masyarakat di sekitarnya.

Nurdianti menegaskan, warga tidak bermaksud menyebarkan informasi yang tidak berdasar. Ia meminta perusahaan menyampaikan penjelasan terbuka agar masyarakat dapat memahami apakah kondisi yang terlihat merupakan bagian dari operasi normal atau berkaitan dengan gangguan yang memerlukan langkah keselamatan khusus.

“Yang kami sampaikan bukan berita miring, ini fakta visual yang bisa dilihat satu kampung. Kalau memang normal, kenapa tidak pernah ada pemberitahuan resmi sebelum langit merah?,” tanya Nurdianti.

“Kritik kami bukan karena benci perusahaan, tapi karena hak kami atas informasi keselamatan ditutup-tutupi. Kami perempuan yang jaga anak di rumah saat flare besar, kami berhak tahu ini bahaya atau tidak, ini prosedur UU. Jangan balikkan fakta dengan menuduh warga menghembuskan isu, justru perusahaan yang menutup informasi,” tegasnya.

Atas kejadian tersebut, Nurdianti kembali meminta PT Medco E&P Malaka memberikan penjelasan resmi mengenai penyebab dan kondisi operasional yang memicu fenomena flaring tersebut.

Ia juga mendesak agar prosedur operasi standar (SOP) tanggap darurat, termasuk mekanisme pemberitahuan kepada masyarakat serta informasi mengenai jadwal penghentian operasi dan pemeliharaan (shutdown/maintenance), disosialisasikan secara terbuka kepada warga di sekitar wilayah operasi.

Selain meminta penjelasan perusahaan, Nurdianti mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Timur segera melakukan pengukuran kualitas udara ambien di Gampong Blang Nisam.

Pengukuran tersebut dinilai penting untuk memperoleh data objektif mengenai kondisi udara, sehingga kekhawatiran masyarakat dapat ditindaklanjuti berdasarkan hasil pemeriksaan, bukan sekadar dugaan atau penampakan visual.

Ia juga menyoroti pentingnya keterbukaan informasi dan kepatuhan terhadap ketentuan keselamatan serta perlindungan lingkungan. Namun, untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran dalam peristiwa ini, diperlukan pemeriksaan terhadap kondisi operasional, laporan teknis, serta hasil pemantauan lingkungan oleh pihak berwenang.

Bagi warga Blang Nisam, persoalan ini bukan semata-mata tentang langit yang berubah merah pada malam hari. Mereka membutuhkan kepastian informasi, penjelasan mengenai potensi risiko, serta prosedur yang jelas agar dapat mengambil langkah tepat ketika situasi serupa kembali terjadi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan maupun instansi terkait mengenai penyebab langit memerah dan visual asap yang terlihat dari arah CPP Blok A. MITRABERITA.NET masih menunggu penjelasan dan hak jawab dari PT Medco.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Redaksi

Media Online