DAERAH

​Satgassus Kecam Penutupan Sepihak MBG di Aceh Timur, Mitra Siap Tempuh Jalur Hukum

×

​Satgassus Kecam Penutupan Sepihak MBG di Aceh Timur, Mitra Siap Tempuh Jalur Hukum

Sebarkan artikel ini
​Ketua Satgassus Swasembada Ketahanan Pangan Korwil 3 Aceh, Rasyidin. Foto: Mitraberita

MITRABERITA.NET | Polemik penutupan sepihak Unit Pelayanan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Aceh Timur Provinsi Aceh memanas, karena Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menghentikan operasional fasilitas MBG tanpa alasan yang jelas.

Penutupan sepihak itu kini bahkan menuai kecaman keras dari Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Swasembada Ketahanan Pangan hingga ancaman gugatan hukum dari para mitra.

​Ketua Satgassus Swasembada Ketahanan Pangan Korwil 3 Aceh, Rasyidin, mengecam keras penutupan operasional MBG Yayasan Sinar Agung Jaya yang berlokasi di Gampong (Desa) Meunasah Leubok 3, Kecamatan Pante Bidari.

Layanan vital bagi pemenuhan gizi masyarakat tersebut diketahui telah terbengkalai dan terhenti selama satu bulan penuh tanpa adanya kejelasan.

​Tak hanya itu, Rasyidin juga menyayangkan sikap Korwil Aceh Timur, Adelia Yolanda, yang terkesan bungkam dan menghindar saat hendak dikonfirmasi.

​”Kami sangat menyayangkan sikap penutupan sepihak ini. Ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler sampai puluhan kali, Korwil Aceh Timur Adelia Yolanda tidak mau menerima panggilan tersebut dan enggan memberikan penjelasan mengenai alasan penutupan MBG di Desa Meunasah Leubok 3,” kata Rasyidin.

​Kekecewaan mendalam juga diungkapkan oleh mitra MBG, M. Daud. Ia mengaku terkejut lantaran tidak pernah menerima surat pemberitahuan tertulis maupun teguran resmi mengenai dugaan kesalahan atau pelanggaran yang menjadi pemicu penutupan.

​Padahal, menurut pria yang akrab disapa Toke Daud itu, pihaknya selama ini selalu berkomitmen menjaga kualitas standar gizi tinggi bagi para penerima manfaat.

​”Dua kali dalam seminggu kami menyajikan menu berbahan dasar daging sapi untuk memastikan kecukupan gizi sasaran,” ungkap Toke Daud.

​Kasus serupa ternyata tidak hanya terjadi di Pante Bidari. Rasyidin mengklaim MBG Yayasan Berkah Pangan Bergizi di Desa Alur Teh, Kecamatan Birem Bayeun, mengalami nasib tragis yang sama.

Ia mengklaim fasilitas yang baru saja beroperasi selama satu minggu tersebut mendadak ditutup tanpa adanya keterangan resmi dari pihak berwenang.

​Menanggapi ketidakpastian yang merugikan masyarakat penerima manfaat gizi ini, Rasyidin mendesak agar masalah ini segera diselesaikan secara cepat dan transparan.

Kekecewaan juga disampaikan Elma Zalmi, mantan anggota DPRK Aceh Timur dari Fraksi Demokrat sekaligus mitra MBG dari Yayasan Berkah Pangan Bergizi.

Ia menegaskan jika tidak ada iktikad baik, kepastian, maupun penyelesaian konkret dari pihak terkait, ia akan membawa kasus penutupan sepihak ini ke jalur hukum.

Hingga berita ini tayang, belum ada penjelasan dari pihak SPPG setempat.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Redaksi

Media Online