MITRABERITA.NET | Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Aceh, Mustafa Kamal, memimpin Rapat Koordinasi bersama Koordinator Wilayah (Konwil) dari 23 kabupaten/kota se-Aceh yang berlangsung di Star Resort, Kota Sabang, Sabtu (18/4/2026).
Rapat tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi pelaksanaan program pemenuhan gizi, sekaligus mengevaluasi berbagai dinamika di lapangan, khususnya dalam implementasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dalam kesempatan itu, para peserta ditekankan untuk memahami secara utuh hierarki serta alur koordinasi kelembagaan guna menghindari kesalahan dalam penyusunan dan penyampaian laporan berjenjang.
Peran Konwil juga diperkuat sebagai ujung tombak pendampingan bagi kepala SPPG di daerah. Mereka dituntut tidak hanya memahami teknis pelaksanaan program, tetapi juga mampu berkoordinasi dan menyelesaikan berbagai persoalan, baik internal maupun eksternal.
Rapat juga menyoroti dinamika kebijakan internal Badan Gizi Nasional yang dapat berubah sewaktu-waktu. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan tersendiri bagi Konwil, terutama dalam memberikan kepastian informasi kepada mitra atau yayasan yang terlibat dalam program.
Mustafa Kamal mengatakan bahwa salah satu isu krusial yang mengemuka adalah ketidaksesuaian harga bahan baku yang diajukan mitra dengan hasil survei harga pasar oleh pihak SPPG. Temuan ini dinilai berpotensi mengganggu efektivitas pelaksanaan program di lapangan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, rapat merekomendasikan perlunya dukungan Satuan Tugas (Satgas) Provinsi, khususnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, dalam mengendalikan harga bahan baku agar sesuai dengan acuan pemerintah pusat.
Selain itu, ditemukan pula ketidaksesuaian dalam pemetaan lokasi dapur SPPG di sejumlah wilayah. Beberapa daerah dengan karakteristik aglomerasi justru memiliki dapur kategori 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), begitu pula sebaliknya.
Kareg Aceh menjelaskan bahwa kondisi tersebut menimbulkan miskomunikasi antara Konwil dan mitra pelaksana di lapangan. Karena itu,ia berharap ke depan diharapkan terjadi penyelarasan.
“Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan terjadi penyelarasan kebijakan dan pelaksanaan program di seluruh wilayah Aceh, sehingga Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” ungkapnya. []






















