PEMERINTAHAN

Wagub Aceh Dorong UMKM, Koperasi dan BUMDes Dukung Program MBG Pascabencana

×

Wagub Aceh Dorong UMKM, Koperasi dan BUMDes Dukung Program MBG Pascabencana

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menghadiri kegiatan Sinergi Ekonomi Kerakyatan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pascabencana di Banda Aceh, Kamis (16/4/2026). Foto: Adpim Setda Aceh

MITRABERITA.NET | Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menghadiri kegiatan Sinergi Ekonomi Kerakyatan dalam rangka mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pascabencana yang digelar di Banda Aceh, Kamis (16/4/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mendorong pemulihan ekonomi, khususnya melalui pemberdayaan UMKM, koperasi, dan BUMDes, serta pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat terdampak bencana.

Dalam sambutannya, Fadhlullah menegaskan bahwa Aceh memiliki ketangguhan sosial yang kuat dalam menghadapi berbagai bencana, dengan semangat gotong royong sebagai fondasi utama untuk bangkit, baik dari sisi infrastruktur maupun ekonomi.

Ia menekankan bahwa proses pemulihan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga harus menyentuh penguatan ekonomi rakyat di tingkat gampong.

Menurutnya, Program MBG merupakan langkah strategis yang tidak hanya bertujuan meningkatkan ketahanan gizi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia, tetapi juga membuka peluang dalam menggerakkan ekonomi lokal.

“Setiap rupiah yang dibelanjakan dalam program ini harus mampu memberikan dampak ganda, yakni meningkatkan gizi masyarakat sekaligus menghidupkan ekonomi lokal,” ujarnya.

Untuk itu, Wagub mendorong sejumlah langkah strategis, di antaranya penguatan basis data dan pemetaan potensi UMKM, koperasi, serta BUMDes, integrasi rantai pasok pangan lokal secara digital, hingga penyediaan akses permodalan yang lebih mudah melalui perbankan daerah dan lembaga pembiayaan syariah.

Selain itu, peningkatan kapasitas pelaku usaha juga dinilai penting, terutama dalam aspek manajemen usaha, kualitas produk, serta pemenuhan standar keamanan pangan.

Dalam kegiatan tersebut, turut dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung implementasi Program MBG di Aceh.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah daerah, lembaga, hingga pelaku usaha, guna memperkuat sinergi dalam pelaksanaan program di lapangan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat BGN Tengku Syahdana, Kepala Perwakilan BGN Regional Aceh Mustafa Kamal, serta Ketua MPU Aceh, Faisal Ali.

Melalui kolaborasi yang kuat, diharapkan program ini tidak hanya berhenti pada tataran kebijakan, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat hingga ke tingkat gampong.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat promosi produk lokal serta membangun ekosistem ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan di Aceh.

Editor: Redaksi

Media Online