MITRABERITA.NET | Debit sumber air baku di kawasan Mata Ie Gampong Leu Ue Kecamatan Darul Imarah Aceh Besar yang menjadi salah satu sumber pelayanan air bersih terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut kembali terjadi beberapa kali sepanjang 2026, terutama akibat musim kemarau.
Dewan Pengawas Perumdam Tirta Mountala Aceh Besar, T. Abulis Samarkhan, mengatakan sebagian sistem pengolahan air di wilayah tersebut masih mengandalkan sumber air tanah dan mata air dari kawasan pegunungan sekitar Mata Ie.
“Penurunan debit di Mata Ie memang terus terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Tahun 2026 ini juga sudah beberapa kali terjadi, sehingga tentu berdampak terhadap pelayanan kepada pelanggan,” ujar Abulis, Sabtu (11/9/2026).
Manajemen Perumdam Tirta Mountala menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang terdampak dan meminta masyarakat untuk bersabar. Sebagai solusi jangka pendek, perusahaan siap mendistribusikan air bersih menggunakan mobil tangki ke sejumlah titik vital maupun berdasarkan permintaan resmi pelanggan.
Untuk jangka panjang, Perumdam Tirta Mountala telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk perwakilan DPR RI dari Aceh, BPBPK, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, serta Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya, guna mendorong pembangunan instalasi pengolahan air baru berkapasitas sekitar 100 liter per detik di kawasan Krueng Aceh.
“Kami berharap sumber air baku di Krueng Aceh yang relatif lebih stabil dapat menjadi salah satu solusi untuk memperkuat pelayanan air bersih di Aceh Besar,” katanya.
Sementara itu, Plt Direktur Utama Perumdam Tirta Mountala, Ir. Yusmadi, berharap pembangunan SPAM Regional di Leupung, Aceh Besar, terus diupayakan dan mendapat dukungan semua pihak.
“Kami sangat berharap SPAM Regional Leupung dapat segera direalisasikan. Ini menjadi salah satu solusi strategis untuk mengatasi persoalan pelayanan air bersih, khususnya di wilayah Cabang Darul Imarah,” kata Yusmadi.[]






















