DAERAH

Selain Perbaiki Gizi Generasi, MBG Diharapkan Perbaiki Mutu Pendidikan

×

Selain Perbaiki Gizi Generasi, MBG Diharapkan Perbaiki Mutu Pendidikan

Sebarkan artikel ini
Kareg BGN Aceh Mustafa Kamal saat mengunjungi peternakan kambing dan berbincang dengan peternak menjadi mitra pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Aceh. Foto: Dok. SPPG Aceh

MITRABERITA.NET |  Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Aceh, Mustafa Kamal, mengatakan pemenuhan gizi memiliki keterkaitan dengan proses tumbuh kembang anak dan kesiapan mereka mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah.

“MBG bukan hanya tentang memberikan makanan kepada anak-anak. Program ini juga bagian dari upaya membangun generasi yang sehat sehingga mereka dapat mengikuti proses pendidikan dengan lebih baik,” ujar Mustafa Kamal, Jumat (24/9/2026).

Menurutnya, anak yang memperoleh asupan makanan bergizi membutuhkan dukungan lingkungan pendidikan yang baik agar potensi mereka dapat berkembang secara optimal.

Karena itu, pelaksanaan MBG di sekolah harus dilihat sebagai bagian dari ekosistem pendidikan. Makanan yang aman dan bergizi menjadi salah satu dukungan bagi peserta didik selama menjalani aktivitas belajar.

Mustafa menegaskan, kualitas pelaksanaan MBG juga harus terus dijaga. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai pelaksana di lapangan memiliki peran penting memastikan makanan yang disiapkan memenuhi standar gizi, higiene, sanitasi dan keamanan pangan.

“Ketika kita berbicara tentang generasi, kita tidak hanya berbicara soal kesehatan. Pendidikan juga sangat penting. Karena itu, MBG kita harapkan dapat menjadi salah satu pendukung bagi anak-anak untuk tumbuh sehat dan memperoleh pendidikan yang berkualitas,” katanya.

Ia mengatakan BGN terus melakukan evaluasi dan pembinaan terhadap SPPG untuk memastikan pelayanan berjalan sesuai standar. Berbagai kekurangan yang ditemukan di lapangan menjadi bahan perbaikan.

Selain memastikan makanan aman dan bergizi, penguatan tata kelola SPPG juga diperlukan agar distribusi makanan ke sekolah berlangsung tertib dan tepat sasaran.

Mustafa berharap pelaksanaan MBG dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi pembangunan sumber daya manusia, terutama generasi muda yang saat ini berada di bangku pendidikan.

“Tujuan akhirnya adalah bagaimana anak-anak kita tumbuh sehat, mendapatkan pendidikan yang baik dan nantinya menjadi generasi yang mampu membawa Indonesia lebih maju,” ujar Mustafa.

Dengan demikian, MBG tidak hanya menjadi program pemenuhan gizi, tetapi juga dapat menjadi salah satu instrumen pendukung pembangunan sumber daya manusia melalui keterkaitan antara kesehatan, gizi dan pendidikan.[]

Media Online