MITRABERITA.NET | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu upaya pemerintah dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini.
Program yang dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN) tersebut diarahkan untuk memastikan anak-anak dan kelompok sasaran memperoleh asupan gizi yang memadai sebagai fondasi menuju generasi Indonesia yang sehat dan produktif.
Kepala Regional (Kareg) BGN Aceh, Mustafa Kamal, mengatakan pelaksanaan MBG menunjukkan keseriusan pemerintah dalam melakukan intervensi gizi secara terstruktur dan berkelanjutan.
“Program MBG ini merupakan bukti bahwa Presiden memiliki perhatian dan tekad yang kuat untuk memperbaiki kualitas generasi Indonesia. Karena generasi yang sehat dan bergizi merupakan modal penting bagi masa depan bangsa,” ujar Mustafa Kamal, Senin (14/9/2026).
Menurut Mustafa, pemenuhan gizi tidak dapat dipandang hanya sebagai pemberian makanan, tetapi merupakan bagian dari investasi jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia.
Karena itu, BGN terus mendorong agar pelaksanaan MBG di setiap daerah tidak hanya mengejar cakupan penerima manfaat, tetapi juga memastikan makanan yang diberikan aman, bergizi dan memenuhi standar yang telah ditetapkan.
“Yang kita bangun bukan hanya bagaimana makanan sampai kepada penerima manfaat, tetapi bagaimana makanan tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan mereka,” katanya.
Mustafa mengatakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki peran penting dalam memastikan tujuan tersebut dapat diwujudkan. Pengelolaan bahan pangan, proses memasak, kebersihan dapur hingga distribusi harus dilakukan dengan memperhatikan standar keamanan pangan dan higiene.
BGN sendiri menempatkan MBG sebagai instrumen pembangunan sumber daya manusia. Dokumen strategis BGN menyebut program tersebut diarahkan untuk membangun generasi sehat, cerdas dan produktif menuju Indonesia Emas 2045.
Menurut Mustafa, keberhasilan MBG membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, pengelola SPPG, sekolah, masyarakat dan para pemangku kepentingan lainnya.
“Ini program besar dan jangka panjang. Karena itu, kita semua harus memastikan pelaksanaannya terus diperbaiki. Kalau ada kekurangan, kita evaluasi dan benahi bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan, BGN terus melakukan penguatan tata kelola, pemantauan dan pengawasan agar pelaksanaan MBG berjalan semakin baik. Penguatan kualitas dan keamanan pangan juga menjadi perhatian seiring dengan perluasan penerima manfaat.
Mustafa berharap pelaksanaan MBG di Aceh dapat memberikan manfaat nyata bagi penerima manfaat sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama menyiapkan generasi yang lebih sehat, cerdas dan produktif.[]






















