EDUKASIPEMERINTAHAN

Lomba Beut Kitab Bak Sikula Jadi Ajang Evaluasi Pendidikan Agama di Aceh Besar

×

Lomba Beut Kitab Bak Sikula Jadi Ajang Evaluasi Pendidikan Agama di Aceh Besar

Sebarkan artikel ini
Kegiatan Lomba Beut Kitab Bak Sikula yang berlangsung di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, pada Ahad (26/7/2026). Foto: MC Aceh Besar

MITRABERITA.NET | Antusiasme tinggi ditunjukkan para peserta pada hari kedua pelaksanaan Lomba Beut Kitab Bak Sikula bagi murid Sekolah Dasar (SD) dan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Besar.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, pada Ahad (26/7/2026) itu menjadi ajang evaluasi terhadap implementasi Program Beut Kitab Bak Sikula yang telah diterapkan di sekolah-sekolah percontohan.

Koordinator Dewan Juri, Tgk. Nazaruddin, SH, mengatakan peserta yang mengikuti perlombaan merupakan utusan dari sekolah-sekolah yang menjadi pilot project Program Beut Kitab Bak Sikula Tahun Ajaran 2025/2026.

Menurutnya, setiap kecamatan mengirimkan perwakilan dari satu SD dan satu SMP sehingga total peserta berasal dari 23 kecamatan di Kabupaten Aceh Besar.

“Para peserta lomba berasal dari 23 kecamatan di Aceh Besar. Masing-masing kecamatan mengirim utusan dari satu SD dan satu SMP yang telah menjadi sekolah percontohan program ini sejak tahun 2025. Peserta terdiri atas murid kelas IV, V, dan VI SD serta siswa SMP,” ujar Tgk. Nazaruddin.

Pria yang akrab disapa Waled Nazar itu menjelaskan, perlombaan dibagi ke dalam tiga kategori utama, yaitu membaca kitab, praktik ibadah, dan menulis Arab Jawi.

Untuk kategori praktik ibadah, peserta diuji kemampuan melaksanakan wudu, salat wajib, hingga salat jenazah. Sementara pada kategori membaca kitab, peserta tidak hanya dinilai dari kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan memahami dan menjelaskan isi kitab yang dibacakan.

“Dalam kategori membaca kitab, peserta juga diuji kemampuannya mempresentasikan atau menjelaskan secara rinci materi yang telah dibaca. Jadi bukan sekadar lancar membaca, tetapi juga memahami isi kitab tersebut,” kata pimpinan Dayah Raudhatul Ulum Alfata, Kecamatan Lhoknga tersebut.

Waled Nazar menambahkan, materi yang diperlombakan disesuaikan dengan kitab yang selama ini menjadi bahan ajar dalam Program Beut Kitab Bak Sikula. Untuk jenjang SD digunakan Kitab Fardhu’in, sedangkan siswa SMP mempelajari Kitab Jam’ul Jawami’ atau yang dikenal sebagai Kitab Delapan.

Adapun aspek penilaian meliputi kelancaran membaca, ketepatan bacaan, serta kemampuan peserta dalam menjelaskan materi yang dipelajari.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Aceh Besar, Rahmawati, mengapresiasi semangat seluruh peserta yang mengikuti perlombaan. Menurutnya, sejak hari pertama hingga hari kedua pelaksanaan, para murid dan siswa menunjukkan keseriusan serta antusiasme yang tinggi di setiap cabang lomba.

“Ini merupakan kali pertama Lomba Beut Kitab Bak Sikula kita selenggarakan. Alhamdulillah, antusiasme peserta sangat tinggi. Baik murid SD maupun siswa SMP terlihat sangat serius mengikuti seluruh rangkaian perlombaan,” ujarnya.

Rahmawati berharap pelaksanaan lomba tersebut dapat terus dikembangkan pada tahun-tahun mendatang dengan melibatkan lebih banyak sekolah yang telah menerapkan Program Beut Kitab Bak Sikula.

“Melihat antusiasme peserta dan dampak positif yang ditimbulkan terhadap pembinaan pendidikan agama bagi anak-anak, kami berharap tahun depan cakupan peserta dapat diperluas dengan melibatkan seluruh SD dan SMP yang telah mengimplementasikan Program Beut Kitab Bak Sikula,” pungkasnya.[]

Media Online