MITRABERITA.NET | Plt Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Imam Munandar, STP, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Kodim 0101/KBA yang terus memberikan dukungan nyata terhadap sektor pertanian, khususnya dalam membantu memastikan ketersediaan dan kelancaran pengairan bagi lahan pertanian masyarakat.
Menurut Imam, keterlibatan TNI dalam membantu membersihkan saluran irigasi menjadi bagian penting dari upaya bersama menjaga keberlanjutan aktivitas pertanian sekaligus memberikan manfaat langsung kepada para petani di Aceh Besar.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pak Dandim 0101/KBA beserta seluruh jajaran yang telah turun langsung membantu membersihkan saluran irigasi dan memberikan dukungan terhadap kebutuhan pengairan pertanian,” ujar Imam.
Ia berharap dukungan tersebut tidak berhenti pada kegiatan pembersihan irigasi, tetapi terus berkembang melalui sinergi dan kolaborasi dalam menangani berbagai persoalan yang dihadapi petani di lapangan.
“Kami berharap bantuan dan dukungan tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani di Aceh Besar,” harapnya.
Hal itu disampaikan Imam saat mewakili Bupati Aceh Besar dalam kegiatan Karya Bhakti pembersihan irigasi pertanian yang berlangsung di halaman Masjid Baital Halim, Gampong Lamteh Dayah, Kecamatan Suka Makmur, Kabupaten Aceh Besar, Rabu (9/9/2026).
Karya Bhakti tersebut menyasar saluran irigasi pertanian di kawasan Gampong Kling Manyang, Lampanah Ineu dan Lamlheu. Pembersihan dilakukan untuk membantu memperlancar aliran air irigasi menuju areal persawahan masyarakat.
Imam mengatakan, infrastruktur irigasi merupakan salah satu komponen penting dalam mendukung produktivitas pertanian. Karena itu, pemeliharaan saluran air harus menjadi perhatian bersama, terlebih ketika kondisi cuaca dapat memengaruhi ketersediaan air bagi lahan pertanian.
“Persoalan pertanian tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan kebersamaan dan dukungan semua pihak agar kebutuhan petani dapat kita respons dengan cepat dan tepat,” ujarnya.

Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, pemerintah provinsi, BWS, serta masyarakat dalam mendukung sektor pertanian khususnya di Kabupaten Aceh Besar.
Dandim 0101/KBA Kolonel Inf. Faurizal Noerdin, S.Sos., M.Sc., saat menyampaikan sambutannya mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan teritorial dan bentuk kehadiran TNI di tengah masyarakat.
“Intinya kami rakyat, bersama rakyat dan selalu berbuat dengan rakyat, akhirnya juga untuk rakyat,” ujar Faurizal, yang dalam kesempatan itu juga memberikan 25 bantuan mesin pompa air untuk masyarakat.
Ia menjelaskan, jajaran Kodim 0101/KBA terus berupaya memetakan berbagai kebutuhan masyarakat. Setiap persoalan yang disampaikan melalui Babinsa, Danramil maupun langsung kepada jajaran Kodim akan diupayakan untuk ditangani secara bertahap sesuai kemampuan.
Menurut Faurizal, selain pembersihan irigasi, TNI juga telah memberikan dukungan sarana pengairan melalui pembagian mesin pompa air di sejumlah wilayah Aceh Besar, antara lain Kuta Cot Glie, Ingin Jaya, Blang Bintang dan beberapa wilayah lainnya.
Bantuan pompa tersebut diharapkan dapat membantu kelompok tani dan masyarakat yang mengalami keterbatasan sumber air, terutama pada lahan yang membutuhkan dukungan pengairan agar kegiatan pertanian tetap berlangsung.
Jajaran Kodim 0101/KBA juga mendorong pengembangan pipanisasi dan sumur bor di sejumlah kawasan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah wilayah Lhoknga dan Peukan Bada yang memiliki areal persawahan sekitar 200 hektare dan membutuhkan jaringan pipanisasi sekitar 2,5 kilometer.
Faurizal berharap dukungan pemerintah dan instansi teknis dapat memperkuat upaya tersebut, sehingga kebutuhan air untuk lahan pertanian masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, SP, MP, turut mengapresiasi kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pemulihan dan penguatan sektor pertanian.

Ia menyebutkan, sekitar 57.000 hektare sawah di Aceh terdampak kerusakan. Dari jumlah tersebut, sekitar 27.000 hektare masuk kategori rusak ringan, 13.000 hektare rusak sedang, 16.000 hektare rusak berat dan sekitar 125 hektare sawah dilaporkan hilang.
Pemerintah terus melakukan pendataan dan penanganan terhadap lahan terdampak. Untuk kerusakan ringan dan sedang, fasilitasi perbaikan telah dilakukan melalui Kementerian Pertanian, sementara kerusakan berat masih membutuhkan penanganan melalui proses pendataan, pemetaan dan rehabilitasi.
Azanuddin menegaskan, kolaborasi seluruh pihak sangat dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan sektor pertanian. TNI dan Polri, kata dia, memiliki peran penting karena mampu menjangkau langsung masyarakat hingga tingkat gampong.
Bagi Pemkab Aceh Besar, kegiatan Karya Bhakti tersebut menjadi salah satu bentuk nyata gotong royong dalam menjaga infrastruktur pertanian. Sinergi semacam ini diharapkan terus diperkuat agar berbagai persoalan yang dihadapi petani dapat ditangani secara bersama-sama.
Imam Munandar menegaskan, Pemkab Aceh Besar akan terus membangun koordinasi dengan TNI, pemerintah provinsi, BWS, kelompok tani dan seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung kebutuhan petani.
“Kita berharap sinergi ini terus berlanjut. Dengan dukungan semua pihak, mudah-mudahan infrastruktur pertanian semakin baik, pengairan semakin lancar, dan pada akhirnya memberikan manfaat serta meningkatkan kesejahteraan petani Aceh Besar,” pungkasnya.
Turut hadir pada kesempatan itu dari unsur Balai Wilayah Sungai (BWS) I Sumatera Kementerian Pekerjaan Umum, jajaran Polda Aceh, Danlanud SIM, Kejati Aceh, PUPR Aceh, Kejari Aceh Besar, Kapolres Aceh Besar, Muspika Kecamatan Suka Makmur, para mukim, keuchik, serta kelompok tani di Kecamatan Suka Makmur.[]






















