DAERAH

Warga Blang Nisam Ancam Aksi Protes Terbuka, Desak Medco Jelaskan Insiden Gemuruh CPP

×

Warga Blang Nisam Ancam Aksi Protes Terbuka, Desak Medco Jelaskan Insiden Gemuruh CPP

Sebarkan artikel ini
Syahril, salah satu tokoh pemuda Blang Nisam. Foto: Mitraberita

MITRABERITA.NET | Warga lingkar tambang Blok A di Gampong (Desa) Blang Nisam, Kabupaten Aceh Timur, melayangkan protes keras dan mempertanyakan transparansi PT Medco E&P Malaka. Langkah ini dipicu insiden suara gemuruh menggelegar yang disertai kepulan asap tebal dari fasilitas Central Processing Plant (CPP) pada Jumat (16/10/2026) pukul 10.40 WIB lalu.

Pernyataan Senior Manager Communication Medco, Leony Levlin, yang menyebut kejadian tersebut hanya gangguan pada sistem pembakaran gas pengaman (flare) dan kondisi telah kembali normal, dinilai warga sebagai jawaban normatif yang menutup-nutupi fakta di lapangan.

​”Waktu kejadian, anak sekolah SD Blang Nisam menangis, ibu-ibu yang sedang masak lari keluar rumah. Kami kira mau meledak seperti kilang minyak. Jangan dijawab enteng ‘sudah normal’. Kami yang hidup di lingkar tambang berhak tahu apa racun yang kami hirup, apa risiko ledakan, dan apa jaminan keselamatan keluarga kami,” ujar Syahril, salah satu tokoh pemuda Blang Nisam, Senin (26/10/2026).

​Syahril menegaskan bahwa keterbukaan informasi merupakan kewajiban hukum perusahaan, sebagaimana diatur dalam UU No. 32/2009 Pasal 68 tentang Kewajiban Keterbukaan Informasi Lingkungan, Permen ESDM No. 18/2018 tentang Keselamatan Instalasi Migas, serta Permen LHK No. 4/2021 tentang Kewajiban Sosialisasi RKL-RPL.

Dalam pernyataannya kepada media, ia bersama warga menuntut empat hal. Pertama, mendesak Medco menggelar forum terbuka di gampong dalam kurun waktu 7×24 jam untuk menjelaskan kronologi dan penyebab teknis gangguan secara jujur, dengan menghadirkan DLHK, Muspika, serta warga terdampak.

​Kedua, mendesak BPMA dan DLHK Aceh Timur segera melakukan audit keselamatan independen tanpa hanya mengandalkan laporan sepihak dari perusahaan. Ketiga, mendesak pemasangan sirine Early Warning System di setiap desa lingkar tambang yang berpotensi terdampak operasional. Keempat, menuntut adanya jaminan keselamatan tertulis bagi masyarakat pemukiman sekitar.

​Jika dalam waktu tujuh hari desakan ini tersebut tidak direspons dan pihak perusahaan tetap memilih bungkam, masyarakat mengancam akan menggelar aksi protes terbuka di depan pintu gerbang utama CPP Medco.

​”Kami dari Desa Blang Nisam dan sekitarnya akan melakukan aksi protes secara terbuka di depan pintu gerbang utama CPP Medco. Kami akan menuntut transparansi, bukan janji. Kami akan bertahan sampai ada penjelasan resmi yang masuk akal dan ada jaminan keselamatan tertulis,” tegas Ayi, perwakilan warga lainnya.

​”Kami cinta investasi, tapi kami lebih cinta nyawa anak-istri kami. Jangan paksa kami turun ke jalan,” ungkapnya, dengan menegaskan bahwa saat ini warga menunggu iktikad baik dari PT Medco E&P Malaka untuk membuka ruang dialog sebelum tenggat waktu berakhir.

Penulis: Samsul Bahri

Editor: Redaksi

Media Online