EDUKASITREND

Bipeka PKS Aceh Besar Hidupkan Kembali Permainan Tradisional Lewat Gerakan “Satu Jam Bermain”

×

Bipeka PKS Aceh Besar Hidupkan Kembali Permainan Tradisional Lewat Gerakan “Satu Jam Bermain”

Sebarkan artikel ini
Puluhan anak mengikuti gerakan "Satu Jam Bermain Bersama" yang digelar Bipeka PKS Aceh Besar di Lapangan Bola Menasah Krueng, Kecamatan Ingin Jaya, dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Kamis (18/7/2026). Foto: Dok. PKS

MITRABERITA.NET | Di tengah maraknya penggunaan gawai di kalangan anak-anak, Bidang Perempuan dan Keluarga (Bipeka) DPD PKS Aceh Besar menggelar gerakan “Satu Jam Bermain Bersama” sebagai upaya mengajak anak kembali menikmati permainan tradisional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap gadget.

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional itu diikuti sekitar 60 anak dari berbagai gampong yang berlangsung di Lapangan Bola Menasah Krueng, Kecamatan Ingin Jaya, pada Kamis (18/7/2026).

Sebelum bermain, seluruh peserta terlebih dahulu melaksanakan salat Ashar berjamaah di lapangan sebagai bagian dari uoaya pembentukan karakter religius bagi anak-anak yang ikut dalam kegiatan itu.

Usai beribadah, anak-anak diajak menikmati berbagai permainan tradisional yang kini mulai jarang dimainkan. Mulai dari engklek, ular naga, pecah piring, hingga lompat tali, seluruh permainan berlangsung meriah dan penuh antusiasme.

Menariknya, sebagian peserta mengaku baru pertama kali mengenal bahkan memainkan permainan-permainan tradisional tersebut. Mereka tampak larut dalam suasana kebersamaan, saling berinteraksi, dan menikmati aktivitas di ruang terbuka tanpa bergantung pada layar ponsel.

Ketua Bipeka PKS Aceh Besar yang juga Anggota DPRK Aceh Besar, Eka Rizkina, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap meningkatnya penggunaan gadget di kalangan anak-anak yang dinilai berpotensi mengganggu tumbuh kembang mereka.

“Kami ingin mengembalikan keceriaan masa kecil anak-anak di lapangan, bukan di depan layar, sehingga ke depan anak-anak bisa tumbuh lebih ceria dan kreatif,” ujar Eka, pada Rabu (22/7/2026).

Puluhan anak mengikuti gerakan “Satu Jam Bermain Bersama” yang digelar Bipeka PKS Aceh Besar di Lapangan Bola Menasah Krueng, Kecamatan Ingin Jaya, dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, pada Kamis (18/7/2026). Foto: Dok. PKS

Menurutnya, penggunaan gadget secara berlebihan pada anak dapat memicu berbagai dampak negatif, mulai dari gangguan kesehatan mata, keterlambatan perkembangan kemampuan berbicara, berkurangnya aktivitas fisik yang berisiko menyebabkan obesitas, hingga gangguan kesehatan mental dan menurunnya kemampuan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

Karena itu, ia berharap permainan tradisional dapat kembali menjadi bagian dari keseharian anak-anak. Selain menyehatkan secara fisik, permainan tersebut juga mengajarkan nilai kekompakan, sportivitas, kebersamaan, serta melatih kemampuan berkomunikasi secara langsung.

Keceriaan kegiatan ditutup dengan pembagian bingkisan makanan ringan dan balon warna-warni kepada seluruh peserta. Hadiah sederhana itu semakin menambah semangat dan kebahagiaan anak-anak setelah satu jam bermain bersama.

Melalui momentum Hari Anak Nasional 2026, Bipeka PKS Aceh Besar berharap gerakan “Satu Jam Bermain Bersama” dapat menginspirasi lebih banyak komunitas, pemerintah gampong, sekolah, maupun keluarga untuk kembali menghadirkan ruang bermain yang sehat bagi anak-anak.

“Dengan begitu, generasi muda kita dapat tumbuh lebih aktif, sehat, tangguh, serta memiliki kemampuan bersosialisasi yang baik di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital,” harap Eka.

Editor: Redaksi

Media Online