MITRABERITA.NET | Setelah hampir dua bulan berhenti menerima wisatawan, Bukit Lamreh kembali dibuka. Destinasi yang dikenal dengan lanskap perbukitan dan panorama lautnya itu kini menyambut kembali pengunjung setelah pengelolaannya dibenahi menyusul kasus pungutan liar dan pemerasan yang sempat mencoreng kawasan tersebut.
Pembukaan kembali dilakukan pada Ahad (23/8/2026), ditandai dengan pemotongan pita oleh Asisten III Sekdakab Aceh Besar Bidang Administrasi, Abdullah, S.Sos., di kawasan wisata Gampong Lamreh, Kecamatan Masjid Raya.
Penutupan sejak akhir Juni lalu membuat kawasan yang biasanya ramai oleh wisatawan mendadak lengang. Kini, Bukit Lamreh kembali dibuka dengan harapan persoalan pengelolaan yang sebelumnya terjadi tidak terulang.
“Setelah ditutup sejak akhir Juni karena adanya kasus pungli dan pemerasan terhadap pengunjung, hari ini Bukit Lamreh kita buka kembali secara resmi dan legal,” kata Abdullah.
Bukit Lamreh memang memiliki daya tarik yang sulit diabaikan. Dari kawasan perbukitan, pengunjung dapat menikmati hamparan laut yang luas, garis pantai, serta bentang alam yang menjadi salah satu lanskap favorit wisatawan di Aceh Besar.
Menariknya, sebelum resmi dibuka kembali, kawasan ini sebenarnya belum ditetapkan sebagai destinasi wisata resmi. Namun, pesona alamnya membuat pengunjung terus berdatangan dari berbagai daerah.
“Memang sejak awal tempat ini belum ditetapkan sebagai destinasi wisata resmi. Tetapi karena keindahan alamnya, masyarakat banyak datang berkunjung,” ujar Abdullah.
Menurut dia, tingginya minat wisatawan harus diikuti dengan tata kelola yang jelas. Wisatawan tidak hanya membutuhkan pemandangan yang indah, tetapi juga kepastian tarif, keamanan dan kenyamanan selama berada di lokasi.
Pembukaan kembali kali ini merupakan hasil kesepakatan antara masyarakat, pemerintah gampong, mukim dan pihak kecamatan. Salah satu hal yang ditekankan adalah jaminan keamanan bagi wisatawan.
“Pembukaan kembali hari ini sudah melalui kesepakatan bersama masyarakat, pemerintah gampong, mukim dan kecamatan. Kita ingin setiap pengunjung yang datang mendapatkan jaminan keamanan,” jelas Abdullah.
Dari sisi pariwisata, Bukit Lamreh dinilai memiliki modal kuat untuk kembali menjadi salah satu tujuan wisata alam favorit di Aceh Besar.
Safrizal, S.Sos., M.Si., dari Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Aceh Besar, mengatakan kawasan tersebut memiliki potensi besar karena perpaduan panorama laut dan perbukitan yang menjadi daya tarik utama wisatawan.
“Bukit Lamreh ini memiliki potensi yang luar biasa. Karena itu, kita ingin ke depan pengelolaannya dilakukan dengan baik, tertib dan memberikan rasa aman serta nyaman kepada seluruh pengunjung,” katanya.
Kini, wisatawan yang ingin menikmati kembali lanskap Bukit Lamreh dikenakan tiket masuk Rp5.000 per orang. Tarif tersebut tercantum berdasarkan Qanun Kabupaten Aceh Besar Nomor 3 Tahun 2023.
Kawasan wisata ini dibuka mulai pukul 07.00 hingga 18.00 WIB. Khusus Jumat, terdapat pengaturan waktu operasional sebagaimana tercantum dalam ketentuan yang berlaku di lokasi.
Pengunjung juga diminta mematuhi aturan selama berada di kawasan wisata, menjaga kebersihan dan memperhatikan barang bawaan masing-masing.
Bagi masyarakat sekitar, kembalinya aktivitas wisata di Bukit Lamreh bukan sekadar kabar tentang dibukanya kembali sebuah destinasi. Ramainya wisatawan juga berarti peluang bagi pedagang, pelaku UMKM dan warga yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas pariwisata.
Setelah sempat terhenti akibat persoalan pengelolaan, Bukit Lamreh kini mendapat kesempatan kedua. Tantangannya bukan hanya mendatangkan kembali wisatawan, tetapi memastikan keindahan alam yang menjadi magnet kawasan itu berjalan beriringan dengan pengelolaan yang aman, tertib dan transparan.
Jika itu terjaga, Bukit Lamreh bukan hanya kembali ramai, tetapi juga bisa tumbuh sebagai destinasi wisata alam yang memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat Aceh Besar.
Editor: Redaksi






















