MITRABERITA.NET | Pesan menjaga perdamaian Aceh menjadi salah satu penekanan Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris dalam Malam Resepsi Kenegaraan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Meuligoe Bupati Aceh Besar, Kota Jantho, Senin (17/8/2026) malam.
Di hadapan jajaran Forkopimda, pejabat pemerintah daerah, tokoh masyarakat, Paskibraka, pelatih dan tamu undangan, Syech Muharram mengingatkan bahwa kemerdekaan yang dirasakan masyarakat hari ini harus diisi dengan persatuan, saling menghormati dan menjaga kedamaian.
Ia menyebut peringatan HUT Kemerdekaan tahun ini memiliki makna penting karena berdekatan dengan peringatan 21 tahun perdamaian Aceh yang telah berlangsung sejak 2005.
“Kemudian dalam momentum 17 Agustus ini, saya juga ingin menyampaikan kita perlu sama-sama menjaga perdamaian dan kedamaian yang hari ini sudah berlangsung selama 21 tahun,” ujar Syech Muharram.
Menurutnya, perdamaian Aceh merupakan sesuatu yang patut dijaga bersama karena memberikan ruang yang luas bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas kehidupan tanpa bayang-bayang konflik.
“Tidak ada di dunia manapun perdamaian yang lama seperti perdamaian di Aceh,” katanya.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk saling menghormati dan menghargai agar perdamaian yang telah terbangun tidak kembali terganggu.
“Jadi dalam hal ini saya berharap kepada semuanya kita saling menghormati, saling menghargai supaya tidak ada terjadi bentrokan-bentrokan sehingga bisa merusak perdamaian yang sudah terjadi selama ini,” tegasnya.
Syech Muharram mengatakan perdamaian memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Dengan kondisi yang aman, masyarakat dapat bekerja, belajar dan beribadah dengan lebih leluasa.
“Dengan adanya perdamaian kita semua bisa bekerja dengan leluasa. Dengan adanya perdamaian, kita bisa menuntut ilmu dengan leluasa. Dengan adanya perdamaian, kita bisa beribadah dengan sempurna,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyinggung tantangan pembangunan Aceh Besar yang membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Ia mengajak pemerintah, lembaga pendidikan, lembaga vertikal, dunia usaha dan masyarakat memperkuat kolaborasi.
Menurutnya, Aceh Besar memiliki potensi besar dengan wilayah yang luas, lahan pertanian, perkebunan dan perikanan yang tersebar di 604 gampong. Namun, potensi tersebut harus dikelola melalui kerja bersama agar benar-benar memberikan dampak bagi kesejahteraan masyarakat.
“Kalau rakyat miskin maka negara tidak akan maju tapi kalau negara kalau rakyatnya makmur kaya dan dia apa sejahtera maka negara pun akan sejahtera,” katanya.
Ia berharap momentum kemerdekaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, perdamaian dan bersama-sama membangun Aceh Besar.
Malam resepsi berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan. Hadir Wakil Bupati Aceh Besar Drs. Syukri A. Jalil, unsur Forkopimda, para Staf Ahli Bupati, Asisten, kepala OPD, Muspika Kecamatan Kota Jantho, pimpinan BUMD dan perbankan, para pelatih, Paskibraka, tim paduan suara, peserta drumband serta tamu undangan lainnya.[]






















