MITRABERITA.NET | Memasuki musim liburan sekolah, arus kunjungan wisatawan ke Banda Aceh diperkirakan meningkat signifikan. Menyambut momentum tersebut, Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, mengajak masyarakat dari berbagai daerah untuk menjadikan ibu kota Provinsi Aceh sebagai destinasi wisata pilihan yang menawarkan pengalaman berlibur yang aman, nyaman, dan berkesan.
Irwansyah menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh wisatawan yang datang dari berbagai kabupaten/kota di Aceh maupun luar daerah. Menurutnya, Banda Aceh selalu terbuka menyambut setiap tamu dengan keramahan masyarakat serta pelayanan yang mengedepankan kenyamanan.
“Selamat datang di Banda Aceh bagi warga dari seluruh Aceh maupun luar Aceh. Silakan menikmati keindahan Banda Aceh dan keramahtamahan masyarakatnya,” ujar politisi PKS tersebut, seperti dikutip MITRABERITA.NET, Sabtu (27/6/2026).
Selama ini, Banda Aceh menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat saat musim liburan. Tidak hanya dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah di Aceh, kota ini juga ramai didatangi pelancong dari provinsi tetangga seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Riau.
Menurut Irwansyah, Banda Aceh memiliki daya tarik wisata yang lengkap. Mulai dari wisata religi, sejarah, budaya hingga wisata bahari, seluruhnya dapat dinikmati dalam satu kota yang dikenal aman dan nyaman bagi wisatawan.
Ia mengajak para pengunjung menikmati berbagai ikon wisata Banda Aceh, seperti Masjid Raya Baiturrahman yang menjadi simbol kebanggaan masyarakat Aceh, Museum Tsunami Aceh yang menyimpan jejak sejarah bencana 2004, PLTD Apung sebagai monumen dahsyatnya tsunami, hingga pesona Pantai Ulee Lheue yang menjadi lokasi favorit menikmati matahari terbenam.
Tak hanya itu, Banda Aceh juga menawarkan pengalaman wisata kuliner yang menjadi magnet tersendiri. Kota yang dijuluki “Kota Seribu Warung Kopi” ini menyuguhkan kopi Aceh yang telah mendunia, berpadu dengan beragam kuliner khas seperti Mie Aceh, kuah beulangong, hingga aneka hidangan tradisional yang dapat ditemukan di berbagai restoran dan warung kopi.
“Silakan menikmati keteduhan dan kenyamanan Masjid Raya Baiturrahman, kemegahan Museum Tsunami, keajaiban PLTD Apung, kecantikan Pantai Ulee Lheue, serta nikmatnya kuliner dan kopi Aceh. Pastikan semuanya bebas pungli,” katanya.
Irwansyah menegaskan, salah satu komitmen yang harus terus dijaga seluruh elemen masyarakat adalah menciptakan iklim pariwisata yang bersih dari praktik pungutan liar, premanisme, maupun tindakan lain yang dapat mengurangi kenyamanan wisatawan.
Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah terkait meningkatkan kesiapsiagaan selama musim liburan. Dinas Perhubungan diminta memastikan sistem parkir berjalan sesuai ketentuan dan bebas dari pungutan di luar tarif resmi, sekaligus menata kendaraan agar tidak mengganggu akses menuju objek wisata.
Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup diminta meningkatkan intensitas pelayanan kebersihan mengingat lonjakan jumlah wisatawan diperkirakan akan berdampak pada meningkatnya volume sampah di kawasan wisata dan pusat keramaian.
Kepada Dinas Pariwisata, Irwansyah juga meminta agar aktif memberikan informasi, edukasi, serta pelayanan kepada wisatawan sehingga mereka memperoleh pengalaman berlibur yang menyenangkan selama berada di Banda Aceh.
Tak hanya pemerintah, ia juga mengajak seluruh pelaku usaha pariwisata, mulai dari pengelola hotel, penginapan, restoran, warung kopi hingga pengelola objek wisata, untuk bersama-sama memberikan pelayanan terbaik kepada setiap tamu yang datang.
Menurutnya, kesan baik yang dibawa pulang wisatawan akan menjadi promosi paling efektif bagi Banda Aceh sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia.
“Setiap orang yang berkunjung ke Banda Aceh harus kita pastikan merasa nyaman dan pulang dengan bahagia. Mereka datang bersama anak-anak dan keluarga untuk berlibur dan bersenang-senang. Karena itu, kita harus memastikan mereka kembali dengan membawa kesan yang baik tentang Banda Aceh,” pungkasnya.(*)






















