MITRABERITA.NET | Kota Banda Aceh menyambut hangat kedatangan para wali kota dan wakil wali kota yang akan mengikuti Rapat Kerja Komisariat Wilayah I (Raker Komwil I) APEKSI 2026. Penyambutan berlangsung meriah di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Ahad (19/4/2026), dengan nuansa kental budaya Aceh.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, turun langsung menyambut para tamu kehormatan dengan prosesi adat berupa tabuhan rapai dan penyematan selempang sebagai simbol penghormatan.
Sejumlah delegasi yang tiba pada pagi hingga siang hari berasal dari berbagai kota, di antaranya Kota Pematangsiantar, Padang, Medan, Tanjung Pinang, Padang Sidempuan, Sibolga, Tebing Tinggi, dan Solok.
Usai prosesi penyambutan, para tamu diajak menuju ruang tunggu VIP untuk menikmati jamuan ringan serta kopi khas Aceh. Dalam suasana santai dan penuh keakraban, Illiza tampak berbincang hangat dengan para kepala daerah, termasuk Wali Kota Medan Rico Tri Putra yang juga menjabat sebagai Ketua Komisariat Wilayah I APEKSI.
Percakapan ringan pun mengalir, termasuk saat memperkenalkan kuliner khas Aceh, timphan. “Ini timphan, kan?” tanya Rico, yang langsung disambut canda oleh Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi.
“Kalau di Siantar beda lagi sebutannya, kami bilangnya lapet,” ujarnya, disambut tawa hangat seluruh delegasi.
Dalam kesempatan tersebut, Illiza juga mengundang seluruh peserta untuk menghadiri jamuan makan malam (welcome dinner) yang akan digelar di Balai Meuseuraya Aceh sebagai rangkaian awal kegiatan.
“InsyaAllah tidak jauh dari hotel bapak dan ibu sekalian, dan besok kita mulai agenda kegiatan,” ujar Illiza.
Raker Komwil I APEKSI dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 22 April 2026 di Banda Aceh, dengan diikuti oleh 21 kota dari wilayah Sumatera. Forum ini menjadi wadah strategis bagi para kepala daerah untuk memperkuat sinergi, berbagi pengalaman, serta merumuskan langkah bersama dalam pembangunan perkotaan.
Kehadiran para wali kota di Serambi Mekkah ini tidak hanya memperkuat jejaring antardaerah, tetapi juga menjadi momentum promosi budaya dan keramahan Aceh di tingkat nasional.
Editor: Redaksi






















