PERISTIWA

Ngaku KDRT Saat Telepon Polisi, Ternyata Seorang Ibu di Kota Banda Aceh Kelaparan

×

Ngaku KDRT Saat Telepon Polisi, Ternyata Seorang Ibu di Kota Banda Aceh Kelaparan

Sebarkan artikel ini
Personel Polsek Jaya Baru menyerahkan bantuan makanan kepada seorang warga di Lamtemen Barat, Banda Aceh, setelah menerima laporan melalui Call Centre 110, pada Jumat 24 April 2026. Foto: Humas Polri

MITRABERITA.NET | Sebuah peristiwa menyentuh hati terjadi di wilayah hukum Polresta Banda Aceh, tepatnya di kawasan Lamtemen Barat, Kecamatan Jaya Baru. Seorang warga bernama Wardiah menghubungi layanan Call Centre 110 dengan laporan dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), yang kemudian mengundang respons cepat dari pihak kepolisian.

Laporan tersebut diterima petugas sekitar pukul 15.15 WIB. Menindaklanjuti laporan yang tergolong serius, personel kepolisian langsung bergerak menuju lokasi untuk memberikan pertolongan.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Andi Kirana melalui Kapolsek Jaya Baru Iptu Tea Gustianingsih menjelaskan bahwa pihaknya segera merespons laporan tersebut sebagai bagian dari komitmen pelayanan kepada masyarakat.

“Namun, setibanya di lokasi, petugas menemukan fakta yang di luar dugaan. Bukan sedang dalam ancaman kekerasan, Wardiah ternyata sedang dalam kondisi sangat lapar,” ujar Kapolsek, pada Jumat 24 April 2026.

Saat dikonfirmasi oleh petugas, Wardiah mengaku bahwa peristiwa KDRT yang dimaksud memang pernah terjadi, namun sudah berlangsung sekitar satu tahun yang lalu.

Menurut Iptu Tea, alasan Wardiah menghubungi polisi pada hari itu karena dirinya sangat membutuhkan bantuan makanan, namun tidak mengetahui harus meminta pertolongan kepada siapa.

Alih-alih merasa terganggu dengan laporan yang tidak sesuai kondisi saat ini, personel Polresta Banda Aceh justru menunjukkan empati dan kepedulian yang tinggi terhadap kondisi warga tersebut.

Melihat keadaan Wardiah yang memprihatinkan di rumah kayunya, petugas langsung berinisiatif membelikan nasi bungkus dan air mineral untuk memenuhi kebutuhan mendesak.

Petugas juga dengan sabar mendengarkan keluh kesah Wardiah, sembari menyerahkan bantuan makanan secara langsung sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan.

Selain itu, pihak kepolisian turut memberikan edukasi kepada Wardiah agar ke depan dapat mengakses bantuan melalui jalur yang tepat. Ia disarankan untuk berkoordinasi dengan keuchik setempat guna mendapatkan pendampingan serta akses terhadap bantuan sosial atau pangan secara berkelanjutan.

“Tugas polisi bukan hanya menegakkan hukum, tapi juga mengayomi dan hadir di saat masyarakat merasa kesulitan. Semoga bantuan kecil ini menjadi amal ibadah dan meringankan beban Ibu Wardiah,” pungkas Iptu Tea.

Peristiwa ini menjadi gambaran nyata bahwa kehadiran aparat kepolisian tidak hanya sebatas penegakan hukum, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat yang membutuhkan. []

Media Online