MITRABERITA.NET | Keberadaan sarang tawon di samping rumah warga Desa Lam Urieb, Kecamatan Simpang Tiga, Aceh Besar, membuat penghuni rumah resah. Khawatir membahayakan keselamatan, warga akhirnya meminta bantuan petugas pemadam kebakaran BPBD Aceh Besar untuk mengevakuasi sarang tersebut.
Informasi yang dikutip MITRABERITA.NET dari Pusdalops-PB BPBD Aceh Besar, Senin (10/8/2026), menyebutkan laporan diterima petugas melalui layanan darurat pada malam hari. Penanganan dilakukan hingga lewat tengah malam.
Sarang tawon tersebut berada di sekitar rumah warga dan dinilai sudah cukup meresahkan. Pelapor, Rahmi (38), kemudian menghubungi petugas melalui nomor Emergency Call BPBD Aceh Besar untuk meminta penanganan.
Setelah menerima laporan, petugas Damkar BPBD Aceh Besar Pos Induk Sibreh langsung berkoordinasi dengan pelapor sebelum memutuskan bergerak menuju lokasi.
Sesampainya di lokasi, petugas terlebih dahulu melakukan pengecekan dan menyusun langkah penanganan. Mengingat keberadaan sarang tawon berpotensi membahayakan jika ditangani sembarangan, petugas menyiapkan peralatan serta mengenakan pakaian pelindung.
Proses evakuasi kemudian dilakukan dengan metode pembakaran sarang tawon. Petugas bekerja secara hati-hati untuk memastikan sarang dapat ditangani tanpa menimbulkan risiko bagi warga di sekitar lokasi.
Penanganan berlangsung hingga tengah malam. Setelah proses dilakukan, sarang tawon berhasil dievakuasi dan kondisi di sekitar rumah warga dinyatakan aman.
Dalam laporan Pusdalops-PB BPBD Aceh Besar, tidak terdapat korban jiwa maupun laporan warga yang mengalami cedera dalam kejadian tersebut.
Penanganan ini menjadi pengingat bahwa keberadaan sarang tawon di sekitar permukiman tidak boleh dianggap sepele, terutama jika lokasinya berdekatan dengan rumah atau area yang sering digunakan warga.
BPBD Aceh Besar mengimbau masyarakat untuk tidak mencoba menangani sendiri sarang tawon yang berada di lokasi berisiko. Warga dapat meminta bantuan petugas agar proses penanganan dilakukan dengan peralatan dan perlindungan yang memadai.
Editor: Redaksi






















