MITRABERITA.NET | Lebih dari satu tahun memimpin Aceh Besar, Bupati H. Muharram Idris atau Syech Muharram bersama Wakil Bupati Drs. Syukri A. Jalil mulai menorehkan sejumlah capaian yang mendapat pengakuan di tingkat provinsi hingga nasional.
Sejumlah capaian tersebut datang dari berbagai sektor, mulai dari kesehatan, tata kelola keuangan, keagamaan, hingga keterbukaan informasi publik. Meski sebagian merupakan kesinambungan program pemerintahan sebelumnya, capaian itu menjadi bagian dari kinerja Pemerintah Kabupaten Aceh Besar selama periode kepemimpinan Muharram–Syukri.
Salah satu capaian yang paling menonjol adalah UHC Award 2026 kategori Utama. Penghargaan nasional tersebut diterima langsung Syech Muharram di Jakarta pada 27 Januari 2026.
Aceh Besar dinilai berhasil mencapai cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan sebesar 98 persen pada 2025, sekaligus tidak memiliki tunggakan iuran BPJS sepanjang tahun tersebut. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam sektor kesehatan.
Syech Muharram menyebut penghargaan itu sebagai hasil kerja bersama jajaran pemerintah daerah dan berbagai pihak dalam memperluas akses perlindungan kesehatan bagi masyarakat.
Di bidang pengelolaan keuangan daerah, Aceh Besar juga berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-14 kali berturut-turut atas LKPD Tahun Anggaran 2025. Capaian tersebut diumumkan BPK RI Perwakilan Aceh pada Juni 2026.
WTP ke-14 menunjukkan kesinambungan tata kelola keuangan Aceh Besar. Namun, capaian ini tidak seluruhnya merupakan hasil pemerintahan Muharram karena merupakan prestasi yang telah dibangun sejak pemerintahan sebelumnya. Pada masa Muharram, tantangannya adalah mempertahankan sekaligus memperbaiki kualitas pengelolaan keuangan tersebut.
Di bidang keagamaan, Aceh Besar juga mencatat prestasi melalui Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Aceh. Pada Maret 2026, Syech Muharram menyerahkan bonus dan hadiah umrah kepada putra-putri Aceh Besar yang berhasil meraih prestasi pada MTQ Aceh di Pidie Jaya tahun 2025.
Di sektor kesehatan lingkungan, Aceh Besar turut menerima penghargaan penanggulangan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) 2025. Penghargaan tersebut menjadi bagian dari capaian daerah dalam penguatan program kesehatan masyarakat.
Sementara dalam tata kelola pemerintahan, Muharram sejak awal kepemimpinannya mendorong aparatur bekerja lebih terukur dan berorientasi pada penyelesaian persoalan masyarakat.
Ia menekankan pengentasan kemiskinan, peningkatan mutu pendidikan dan kesehatan, ketahanan pangan, serta percepatan pembangunan infrastruktur sebagai sejumlah agenda strategis Aceh Besar.
Penguatan keterbukaan informasi publik juga menjadi perhatian. Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mengikuti proses evaluasi dan monitoring keterbukaan informasi oleh Komisi Informasi Aceh pada 2025. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat transparansi pemerintahan dan pelayanan informasi kepada masyarakat.
Di luar penghargaan, Muharram juga mendorong sejumlah agenda pembangunan yang menjadi identitas pemerintahannya, termasuk penguatan pendidikan agama melalui program Beut Kitab Bak Sikula (BKBS) serta perhatian terhadap ketahanan pangan dan persoalan irigasi yang langsung berkaitan dengan kehidupan petani.
Deretan capaian tersebut juga perlu dibaca secara proporsional. Dengan masa kepemimpinan Muharram yang masih relatif singkat, sejumlah indikator seperti WTP dan sebagian capaian di bidang kesehatan juga tidak terlepas dari kerja keras yang dilakukannya dengan mempertahankan kinerja dan kebijakan lintas pemerintahan.
Dengan demikian, ukuran keberhasilan Muharram tidak hanya terletak pada jumlah penghargaan yang diraih, tetapi juga pada sejauh mana capaian tersebut mampu diterjemahkan menjadi pelayanan publik yang lebih baik, ekonomi masyarakat yang bergerak, pembangunan yang merata, dan persoalan dasar warga yang benar-benar terselesaikan. []






















