MITRABERITA.NET | Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Senin (24/8/2026) malam. Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt Sekda Aceh Taufik, ST, M.Si., Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah ST, serta jajaran Forkopimda Aceh.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW berlangsung khidmat dengan tausiah yang disampaikan Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Dr. Misran Fuadi, S.Ag., MAP. Dalam ceramahnya, ia mengajak umat Islam menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai uswatun hasanah atau teladan terbaik dalam seluruh aspek kehidupan.
Ia menjelaskan, keteladanan Rasulullah tidak dibatasi oleh waktu dan tempat. Nilai-nilai uswatun hasanah harus diterapkan dalam berbagai profesi dan lingkungan kehidupan, baik oleh aparatur pemerintahan, petani, aparat, maupun masyarakat umum.
Menurutnya, akhlak Nabi Muhammad SAW merupakan cerminan nilai-nilai Al-Qur’an yang mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari akidah, ibadah hingga hubungan antarmanusia.
Dalam konteks kehidupan saat ini, jamaah juga diajak memperbaiki cara berkomunikasi, termasuk dalam menggunakan media sosial. Umat Islam diingatkan agar tidak mudah menyebarkan kebencian, hujatan maupun provokasi.
“Saring sebelum sharing,” menjadi salah satu pesan yang ditekankan dalam tausiah tersebut sebagai pengingat agar setiap ucapan dan informasi yang disampaikan kepada orang lain dipertimbangkan terlebih dahulu.
Ceramah juga mengangkat kisah Nabi Muhammad SAW dalam menyelesaikan perselisihan antar suku terkait peletakan Hajar Aswad. Nabi mampu menghadirkan solusi yang melibatkan seluruh pihak sehingga tidak ada kelompok yang merasa dikalahkan.
Kisah tersebut menjadi pelajaran tentang pentingnya musyawarah, kerja sama, keadilan, dan penyelesaian masalah melalui pendekatan yang memberikan manfaat bagi semua pihak atau win-win solution.
Dalam tausiah itu, jamaah juga diajak menjadikan perbedaan sebagai bagian dari sunnatullah. Perbedaan tidak semestinya menjadi sumber perpecahan, tetapi harus dikelola dalam semangat kebersamaan dan persatuan.
Persatuan tersebut dapat diperkuat melalui ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah, yakni persaudaraan sesama Muslim, sesama bangsa dan tanah air, serta sesama manusia.
Peringatan Maulid Nabi di Masjid Raya Baiturrahman diharapkan menjadi momentum bagi umat Islam untuk kembali membuka dan mempelajari sirah nabawiyah, kemudian menjadikan keteladanan Rasulullah sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Kehadiran Bupati Aceh Besar bersama unsur pimpinan dan Forkopimda Aceh dalam kegiatan tersebut turut memperkuat semangat kebersamaan dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus membangun kehidupan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan akhlakul karimah.[]






















