DINAMIKAUTAMA

Oknum ASN Staf BPPA Jakarta Diduga Jadi Sindikat Penipuan

×

Oknum ASN Staf BPPA Jakarta Diduga Jadi Sindikat Penipuan

Sebarkan artikel ini
Oknum ASN pada Badan Penghubung Pemerintah Aceh di Jakarta berinisial MAS diduga menjadi bagian dari sindikat penipuan penjualan mobil murah. Foto: Dok. MB

MITRABERITA.NET | Oknum ASN pada Badan Penghubung Pemerintah Aceh di Jakarta berinisial MAS diduga menjadi bagian dari sindikat penipuan penjualan mobil murah, setelah diduga menipu seorang ASN Pemerintah Aceh dengan iming-iming menjual mobil murah kepada korban.

Korban berinisial RY mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah akibat diduga ditipu oleh oknum ASN pada Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) di Jakarta tersebut.

Korban RY yang menghubungi wartawan Mitraberita.net via aplikasi chat WhatsApp mengungkapkan kekecewaannya terhadap perilaku yang dianggap tidak bertanggungjawab dari oknum ASN Pemerintah Aceh di Jakarta tersebut.

Korban yang juga seorang ASN mengatakan, ia sudah menunggu kedatangan mobil yang ia pesan dari oknum MAS tersebut sejak Agustus 2026 lalu, setelah sebelumnya melakukan transaksi dan mengirim uang kepada MAS. Namun, sampai hari ini RY belum memperoleh mobil impiannya seperti dijanjikan MAS.

“Saya sudah berulangkali menghubungi lewat nomor kontak, chat dan telpon WA, tapi tidak ada tanggapan sama sekali,” ujar RY kepada MITRABERITA.NET, Sabtu (7/11/2026).

Korban mengaku masih mengharapkan itikad baik dari terduga pelaku untuk memenuhi tanggungjawab mengirim mobil yang telah dipesan. “Kalau memang tidak ada, kami minta agar dikembalikan uang yang telah kami berikan, jangan sampai ini berujung ke meja hijau,” ujarnya mengingatkan.

Korban RY sendiri mengaku saat ini belum melaporkan hal itu ke aparat penegak hukum. “Saya masih menunggu itikad baik, kalau memang tidak diindahkan, selanjutnya kami akan mengambil sikap untuk melaporkan ke polisi,” katanya.

RY menceritakan, awalnya ia dihubungi oleh MAS pada akhir Juli 2026. Korban RY mengirimkan uang pada 3 Agustus 2026 setelah terjadi kesepakatan dan janji dari MAS yang membuat korban percaya bukan penipuan.

“Saya dibujuk, dan saya pun menganggap tidak mungkin pelaku ini berbohong karena dia kan staf di BPPA di Jakarta. Karena itu saya percaya, tapi setelah itu pelaku ini tidak ada kabar, tidak merespon lagi saat dihubungi,” ungkapnya.

Meskipun masih berharap ada iktikad baik dan tidak ingin membawa perkara tersebut ke meja hijau, korban RY mengaku tidak bisa tinggal diam dan akan melapor ke Pemerintah Aceh, termasuk akan membuat laporan polisi jika MAS tetap tidak merespon dan tidak beritikad baik menyelesaikan masalah tersebut.

“Kami masih menunggu kabar, tapi kalau memang tidak ada kemauan dari pelaku untuk menyelesaikan masalah ini, apa boleh buat, terpaksa harus kami laporkan ke atasan pelaku. Pada Senin (9/11/2026) nanti kami juga akan buat laporan ke Polda Metro Jaya,” tegasnya.

RY juga mengaku sengaja menyampaikan informasi ini kepada media agar tidak ada korban lain seperti dirinya. “Sehingga, nantinya tidak ada lagi korban penipuan yang termakan bujuk rayu dari pelaku,” pungkasnya.

Redaksi Mitraberita.net telah berupaya mendapatkan klarifikasi dari MAS via nomor WhatsApp 0858886667**, namun hingga berita ini tayang, belum ada respon dari MAS.(*)

Oknum ASN Staf BPPA Jakarta Diduga Jadi Sindikat Penipuan

MITRABERITA.NET | Oknum ASN pada Badan Penghubung Pemerintah Aceh di Jakarta berinisial MAS diduga menjadi bagian dari sindikat penipuan penjualan mobil murah, setelah diduga menipu seorang ASN Pemerintah Aceh dengan iming-iming menjual mobil murah kepada korban.

Korban berinisial RY mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah akibat diduga ditipu oleh oknum ASN pada Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) di Jakarta tersebut.

Korban RY yang menghubungi wartawan Mitraberita.net via aplikasi chat WhatsApp mengungkapkan kekecewaannya terhadap perilaku yang dianggap tidak bertanggungjawab dari oknum ASN Pemerintah Aceh di Jakarta tersebut.

Korban yang juga seorang ASN mengatakan, ia sudah menunggu kedatangan mobil yang ia pesan dari oknum MAS tersebut sejak Agustus 2026 lalu, setelah sebelumnya melakukan transaksi dan mengirim uang kepada MAS. Namun, sampai hari ini RY belum memperoleh mobil yang dijanjikan MAS.

“Saya sudah berulangkali menghubungi lewat nomor kontak, chat dan telpon WA, tapi tidak ada tanggapan sama sekali,” ujar RY kepada Mitraberita.net, Sabtu (7/11/2026).

Korban mengaku masih mengharapkan itikad baik dari terduga pelaku untuk memenuhi tanggungjawab mengirim mobil yang telah dipesan atau mengembalikan uang korban seperti janji oknum tersebut.

“Kalau memang tidak ada, kami minta agar dikembalikan uang yang telah kami berikan kepada dia, karena dari awal dia mengatakan akan bertanggung jawab penuh, kalau unitnya tidak ada, maka segera uangnya dikembalikan, jangan sampai ini berujung ke Pengadilan” ujarnya mengingatkan.

Korban RY sendiri mengaku saat ini belum melaporkan hal itu ke aparat penegak hukum. “Saya masih menunggu itikad baik, kalau memang tidak diindahkan, selanjutnya kami akan mengambil sikap tegas untuk melaporkannya ke polisi,” katanya.

RY menceritakan, awalnya ia dihubungi oleh MAS pada akhir Juli 2026. Korban RY mengirimkan uang pada 3 Agustus 2026 setelah terjadi kesepakatan dan janji dari MAS yang membuat korban percaya bahwa bukan penipuan.

“Saya dibujuk, dan saya pun menganggap tidak mungkin pelaku ini berbohong karena dia kan seorang ASN dan staf di BPPA di Jakarta. Karena itu saya percaya, tapi setelah itu pelaku ini tidak ada kabar, tidak merespon lagi saat dihubungi,” ungkapnya.

Meskipun masih berharap ada iktikad baik dan tidak ingin membawa perkara tersebut ke ranah hukum, korban RY mengaku tidak bisa tinggal diam dan akan melapor ke Pemerintah Aceh, termasuk akan membuat laporan polisi jika MAS tetap tidak merespon dan tidak beritikad baik menyelesaikan masalah tersebut.

“Kami masih menunggu kabar, tapi kalau memang tidak ada kemauan dari pelaku untuk menyelesaikan masalah ini, apa boleh buat, terpaksa harus kami laporkan ke atasan pelaku. Pada Senin (9/11/2026) nanti kami juga akan buat laporan ke Polda Metro Jaya,” tegasnya.

RY juga mengaku sengaja menyampaikan informasi ini kepada media agar tidak ada korban lain seperti dirinya. “Sehingga, nantinya tidak ada lagi korban penipuan yang termakan bujuk rayu dari pelaku,” pungkasnya.

Redaksi MITRABERITA.NET telah berupaya mendapatkan klarifikasi dari MAS via nomor WhatsApp 0858886667**, namun hingga berita ini tayang, belum ada respon dari MAS.(*)

Media Online