DAERAHPERISTIWA

Kareg BGN Aceh Turun Langsung Tangani Keluhan Siswa di Bireuen

×

Kareg BGN Aceh Turun Langsung Tangani Keluhan Siswa di Bireuen

Sebarkan artikel ini
Kareg BGN Aceh Mustafa Kamal menjenguk langsung siswa SMA Negeri 1 Kuala, Bireuen, yang mengalami keluhan kesehatan, Kamis (17/9/2026). Foto: Humas BGN

MITRABERITA.NET | Keluhan kesehatan yang dialami sejumlah siswa SMA Negeri 1 Kuala, Kabupaten Bireuen, pada Kamis (17/9/2026), mendapat perhatian serius Badan Gizi Nasional (BGN).

Merespons kejadian tersebut, Koordinator Regional (Kareg) BGN Aceh Mustafa Kamal bergerak cepat ke lokasi untuk menjenguk sekaligus memastikan kondisi para siswa yang terdampak.

Kehadiran Kareg BGN Aceh menjadi bentuk kepedulian sekaligus komitmen untuk memastikan para penerima manfaat mendapatkan penanganan yang diperlukan setelah munculnya keluhan kesehatan usai menerima program Makan Bergizi.

Setibanya di lokasi, Kareg BGN Aceh turut melihat kondisi siswa dan berkoordinasi dengan pihak sekolah serta tenaga kesehatan yang melakukan pemeriksaan.

“Pemantauan dilakukan untuk memastikan setiap siswa memperoleh perhatian sesuai kondisi masing-masing. Sejumlah siswa dilaporkan telah menunjukkan kondisi yang membaik,” ujar Mustafa Kamal.

Sementara beberapa siswa lainnya masih mendapatkan perawatan dan pengawasan dari tenaga kesehatan untuk memastikan perkembangan kondisi mereka tetap terpantau.

Kareg Aceh juga mengungkap bahwa dalam evaluasi awal, ditemukan salah satu bahan pangan yang berada dalam kondisi tidak layak konsumsi. Namun, temuan itu belum dapat menjadi dasar untuk menyimpulkan penyebab keluhan kesehatan yang dialami para siswa.

“Penyebab pasti kejadian masih memerlukan hasil pemeriksaan medis serta evaluasi lebih lanjut. Karena itu, proses penanganan dilakukan dengan mengedepankan pemeriksaan secara objektif dan berdasarkan fakta yang ditemukan di lapangan,” ungkapnya.

Di sisi lain, pemeriksaan menyeluruh dilakukan terhadap rangkaian proses penyediaan makanan, mulai dari penerimaan bahan pangan, penyimpanan, penyortiran, pengolahan hingga distribusi kepada penerima manfaat.

Pengawasan terhadap mutu dan keamanan pangan juga terus ditingkatkan sebagai bagian dari evaluasi. “Setiap tahapan dipastikan kembali agar makanan yang disalurkan memenuhi standar keamanan, kelayakan konsumsi dan kebutuhan gizi penerima manfaat,” tegasnya.

Gerak cepat mendatangi lokasi sekaligus menjenguk siswa menunjukkan perhatian BGN Aceh terhadap keselamatan dan kesehatan penerima manfaat.

Penanganan tidak hanya diarahkan pada kondisi siswa yang mengalami keluhan, tetapi juga pada evaluasi menyeluruh untuk mencegah persoalan serupa terulang.

Kejadian di SMA Negeri 1 Kuala tersebut menjadi bagian penting dalam proses evaluasi dan perbaikan pelaksanaan Program Makan Bergizi. Setiap temuan di lapangan menjadi bahan untuk memperkuat sistem pengawasan dan meningkatkan kualitas pelayanan.

BGN juga menegaskan keselamatan dan kesehatan penerima manfaat tetap menjadi prioritas utama. Upaya perbaikan terus dilakukan melalui penguatan pengawasan agar makanan yang diterima siswa aman, bergizi dan berkualitas.

“Dengan penanganan yang cepat, pemeriksaan medis yang berkelanjutan, serta evaluasi terhadap seluruh rantai penyediaan makanan, BGN memastikan pelaksanaan program terus dibenahi demi memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh penerima manfaat,” pungkasnya. []

Media Online