MITRABERITA.NET | Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam pertemuan khusus yang membahas nasib para tokoh dan insan bangsa yang dinilai berjasa, di kediaman Hambalang, Kabupaten Bogor Selasa (1/9/2026).
Pertemuan itu bukan sekadar laporan rutin. Di atas meja, ada deretan nama-nama yang diusulkan untuk menerima gelar, tanda jasa, dan tanda kehormatan tertinggi negara.
Sebagai Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, Fadli Zon membawa laporan kompilasi usulan yang masuk dari berbagai kementerian, lembaga, hingga aspirasi masyarakat.
“Ini bagian dari penghormatan negara kepada mereka yang telah mengabdikan hidupnya untuk rakyat, bangsa, dan negara,” ujar sumber di lingkungan Istana.
Dalam paparannya, Fadli Zon menegaskan bahwa kriteria utama bukan hanya besarnya kontribusi. Rekam jejak pengabdian, integritas, dan keteladanan menjadi pertimbangan utama Dewan.
Para tokoh dan insan yang diusulkan dinilai telah memberikan “manfaat istimewa” bagi masyarakat luas. Kontribusi mereka disebut patut menjadi cermin dan teladan bagi generasi penerus.
Meski nama-nama yang diusulkan belum diumumkan ke publik, proses ini disebut sudah melewati tahap verifikasi ketat sesuai peraturan perundang-undangan.
Setelah menerima laporan lengkap, bola kini berada di tangan Presiden Prabowo. Penetapan siapa yang layak menyandang gelar pahlawan, tanda jasa, hingga tanda kehormatan akan diputuskan langsung oleh Kepala Negara.
Langkah ini diharapkan menjadi momentum untuk kembali menghidupkan semangat pengabdian di tengah masyarakat. Bahwa kerja tulus untuk bangsa, sekecil apapun, tidak akan pernah dilupakan negara.
Penetapan penerima gelar dan tanda kehormatan tahun ini rencananya akan diumumkan bertepatan dengan momentum hari besar nasional mendatang.
Editor: Redaksi






















