PEMERINTAHANTREND

Bukti Pengabdian Kak Na saat Aceh Dilanda Bencana

×

Bukti Pengabdian Kak Na saat Aceh Dilanda Bencana

Sebarkan artikel ini
Ketua TP PKK Aceh Marlina Usman menerima Serambi Award 2026. Foto: Adpim Setda Aceh

MITRABERITA.NET | Ketika bencana hidrometeorologi melanda sejumlah wilayah Aceh, Ketua TP PKK Aceh Marlina Usman tidak memilih berada jauh dari situasi sulit yang dihadapi masyarakat. Perempuan yang akrab disapa Kak Na itu justru aktif bergerak di tengah masa panik, tanggap darurat hingga proses pemulihan bencana.

Aktivitas istri Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) itu dalam membantu masyarakat terdampak bencana terekam dalam berbagai pemberitaan media mainstream maupun media sosial.

Kiprah tersebut kemudian mendapat apresiasi melalui penghargaan Srikandi Pemulihan Aceh pada ajang Serambi Awards 2026 yang berlangsung di Auditorium Academic Center Dayan Dawood, Banda Aceh, Sabtu (29/8/2026) malam.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi Kak Na dalam mendukung penanganan dan pemulihan masyarakat Aceh setelah bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025.

Usai menerima penghargaan, Kak Na menyampaikan apresiasi kepada Harian Serambi Indonesia yang dinilainya turut mengambil bagian dalam mendukung proses penanganan bencana di Aceh.

“Pada kesempatan yang baik ini, kami juga mengapresiasi media ini yang turut berperan serta mendukung Pemerintah Aceh pada proses penanganan bencana, baik dalam pemberitaan maupun kegiatan sosialnya pada penggalangan dana,” ujar Kak Na.

Kak Na juga menyampaikan penghargaan tersebut bukan hanya menjadi apresiasi bagi dirinya, tetapi juga bagi seluruh pihak yang bekerja dan berkontribusi dalam proses pemulihan Aceh pascabencana.

“Kami juga menyampaikan selamat kepada para penerima Awards diberbagai kategori. Bapak dan Ibu semua tentu sangat layak menerima penghargaan ini. Kerja dan karya Bapak Ibu tentu sangat penting dalam mendukung upaya pemulihan bencana di Aceh, selamat,” sambung Kak Na.

Bagi Kak Na, aktivitas yang dilakukannya ketika bencana terjadi bukanlah upaya untuk mengejar penghargaan. Kehadirannya di tengah masyarakat, menurut dia, didorong oleh rasa kemanusiaan dan keinginan untuk membantu warga yang berada dalam situasi sulit.

Terlebih, Kak Na berada di salah satu wilayah yang terdampak langsung bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025. Saat itu, ia berada di Aceh Utara setelah menyerahkan buffer stock bencana ke sejumlah kabupaten dan kota.

Situasi yang dihadapinya ketika bencana terjadi bukan kondisi yang mudah. Akses transportasi dan komunikasi terputus, sementara masyarakat berada dalam kepanikan akibat banjir yang melanda.

“Saat bencana terjadi, saya berada di Seunuddon Aceh Utara. Jadi, saya memahami bagaimana kepanikan warga saat itu. Jalur transportasi dan komunikasi putus total. Tak ada sarana yang bisa kita gunakan untuk menghubungi dunia luar. Karena itu, begitu berhasil menembus lokasi banjir, saya berusaha sekuat tenaga untuk melakukan apa saja yang saya bisa untuk membantu masyarakat,” ungkapnya.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang penanganan bencana Kak Na yang kemudian dilanjutkan dengan berbagai upaya pemulihan di tengah medan yang sangat sulit.

Kak Na kembali menegaskan bahwa penghargaan yang diterimanya tidak boleh dipandang sebagai tujuan dari kerja kemanusiaan yang selama ini dilakukannya.

Menurut Kak Na, seluruh penerima penghargaan memiliki kontribusi masing-masing dalam membantu Aceh melewati masa bencana dan membangun kembali kehidupan masyarakat.

Ajang Serambi Awards 2026 ini mengusung tema “Gebrakan Sang Pemimpin”, sejumlah tokoh dan lembaga di Aceh juga menerima penghargaan atas kontribusi mereka dalam berbagai bidang.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf turut menerima penghargaan kategori Pemimpin untuk Aceh Bangkit, yang diterima oleh istrinya, Marlina Usman.

Sementara itu, Pemerintah Aceh menerima penghargaan kategori Kolaborator Strategis dalam Penanganan Bencana di Aceh yang diterima oleh Plt Sekretaris Daerah Aceh Taufik.

Unsur Forkopimda Aceh, pemerintah kabupaten dan kota, serta BUMA juga menerima penghargaan dalam berbagai kategori.

Penghargaan yang diterima Kak Na pada akhirnya bukan sekadar seremoni di atas panggung. Di balik penghargaan tersebut terdapat jejak aktivitas kemanusiaan ketika masyarakat Aceh menghadapi salah satu fase sulit akibat bencana hidrometeorologi.

Bagi Kak Na, membantu masyarakat dalam situasi bencana merupakan panggilan kemanusiaan. Dan bagi Aceh, setiap gerakan yang membantu masyarakat bangkit dari bencana menjadi bagian penting dari perjalanan menuju pemulihan.

Editor: Redaksi

Media Online