MITRABERITA.NET | Komitmen menepati janji ditunjukkan istri Gubernur Aceh, Marlina Muzakir, saat kembali mengunjungi SD Negeri 6 Tanoh Jamboe Aye di Gampong Samakurok, Kecamatan Tanoh Jamboe Aye, pada Kamis (16/4/2026).
Kunjungan yang penuh kehangatan itu bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga membawa harapan baru bagi ratusan siswa yang sebelumnya terdampak bencana hidrometeorologi. Dalam kunjungan tersebut, Marlina, yang akrab disapa Kak Na menyerahkan seragam sekolah lengkap kepada para siswa yang kehilangan perlengkapan belajar akibat bencana.
“Ananda semua, Alhamdulillah senang sekali rasanya hari ini bunda bisa kembali berkunjung ke sini untuk bertemu dengan ananda semua. Sesuai janji bunda dan berkat do’a ananda semua, hari ini bunda datang membawa seragam sekolah lengkap untuk bunda bagikan kepada ananda semua,” ujarnya.
Sebelumnya, pada kunjungan awal Januari lalu, Kak Na meninjau penyelenggaraan sekolah darurat di lokasi tersebut dan berjanji akan membantu menyediakan seragam baru bagi para siswa yang terdampak banjir bandang.
Di hadapan para siswa, ia juga menyampaikan permohonan maaf jika terdapat ukuran seragam yang kurang sesuai, sembari berharap seluruh siswa dapat kembali bersekolah dengan penuh semangat menggunakan seragam baru.
“Iya bunda,” jawab para siswa serentak, disambut tepuk tangan dan suasana haru yang mencerminkan kebahagiaan mereka.
Kak Na menjelaskan, bantuan seragam tersebut merupakan sumbangan dari Sri Suparni, istri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI Bahlil Lahadalia.
Selain membagikan seragam, kegiatan tersebut juga diisi dengan pembagian paket makanan olahan berbasis ikan kepada para siswa sebagai bagian dari kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).
Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Aceh, Marlina menegaskan pentingnya konsumsi ikan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.
Menurutnya, kandungan protein dan omega-3 dalam ikan sangat berperan dalam meningkatkan kecerdasan serta mencegah stunting, sehingga menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi unggul di masa depan.
“Insya Allah, jika gerakan ini sukses, maka upaya kita mencetak Generasi Emas di tahun 2045 bisa terwujud, sehingga kita memiliki generasi yang sehat, cerdas dan berdaya saing global,” pungkasnya.
Kunjungan tersebut turut didampingi sejumlah pejabat dan organisasi perempuan, memperkuat sinergi dalam mendukung pemulihan pendidikan serta peningkatan gizi anak di wilayah pedalaman Aceh Utara.
Editor: Redaksi






















