PARLEMEN

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Minta PLN Pertahankan Layanan tanpa Pemadaman

×

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Minta PLN Pertahankan Layanan tanpa Pemadaman

Sebarkan artikel ini
Pimpinan DPRK Banda Aceh saat rapat dengan pihak PLN. Foto: Humas DPRK

MITRABERITA.NET | Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Daniel Abdul Wahab, meminta PLN untuk tidak hanya menjaga stabilitas pasokan listrik selama bulan suci Ramadhan, tetapi juga mempertahankan layanan tanpa pemadaman setelah Ramadhan hingga pasca perayaan Idulfitri.

Permintaan tersebut disampaikan sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan listrik masyarakat yang tetap tinggi, bahkan setelah berakhirnya Ramadhan. Aktivitas warga, termasuk arus balik, kegiatan ekonomi, serta layanan publik, dinilai masih sangat bergantung pada ketersediaan listrik yang stabil.

Daniel menegaskan, keberhasilan PLN dalam menjaga pasokan listrik selama Ramadhan patut diapresiasi, namun konsistensi pelayanan pasca-Ramadhan juga tidak kalah penting untuk dipertahankan.

“Kami berharap tidak ada pemadaman listrik, tidak hanya selama Ramadhan hingga Idulfitri, tetapi juga setelahnya. Listrik adalah kebutuhan vital bagi masyarakat,” ujarnya, Jumat (20/3/2026).

Menurutnya, selama Ramadhan, listrik memiliki peran penting dalam menunjang berbagai aktivitas ibadah, seperti salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, hingga persiapan sahur yang berlangsung pada dini hari.

Namun demikian, ia menilai kebutuhan listrik tidak serta-merta menurun setelah Ramadhan berakhir. Justru, aktivitas masyarakat tetap tinggi, terutama dalam mendukung pemulihan aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.

“Stabilitas listrik harus terus dijaga karena ini menyangkut kenyamanan dan produktivitas masyarakat secara keseluruhan,” tegasnya.

Daniel juga mengingatkan PLN untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi gangguan jaringan, baik yang disebabkan oleh faktor teknis maupun kondisi cuaca.

Ia menekankan pentingnya langkah antisipatif, seperti pemeliharaan rutin jaringan, peningkatan kapasitas infrastruktur, serta kesiapan personel di lapangan yang siaga selama 24 jam.

“Kalau ada potensi gangguan, harus diantisipasi sejak dini. Jangan sampai masyarakat dirugikan akibat pemadaman yang sebenarnya bisa dicegah,” katanya.

Selain itu, ia juga mendorong PLN untuk memperkuat sistem monitoring dan respons cepat terhadap gangguan, sehingga setiap permasalahan dapat ditangani secara efektif dan tidak berdampak luas.

Menurut Daniel, kualitas pelayanan listrik merupakan salah satu indikator utama keberhasilan pelayanan publik di sektor energi. Oleh karena itu, konsistensi dan keandalan pasokan harus menjadi prioritas utama.

Ia berharap PLN dapat mempertahankan kinerja optimalnya, sehingga masyarakat dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman tanpa gangguan listrik, baik selama maupun setelah Ramadhan.

Lebih jauh, Daniel juga mengajak masyarakat untuk turut berperan dalam menjaga stabilitas listrik dengan menggunakan energi secara bijak serta menghindari penggunaan berlebihan pada waktu beban puncak.

Dengan sinergi antara PLN dan masyarakat, ia optimistis kebutuhan listrik di Banda Aceh dapat terpenuhi secara maksimal dan berkelanjutan, tanpa adanya pemadaman yang merugikan warga. []

Media Online