TRENDUTAMA

Keuchik Lamteumen Timur Ajak Puluhan Anak Yatim Berburu Baju Lebaran

×

Keuchik Lamteumen Timur Ajak Puluhan Anak Yatim Berburu Baju Lebaran

Sebarkan artikel ini
Suasana salah satu pusat perbelanjaan di Banda Aceh saat Keuchik Riazil mengajak anak yatim berbelanja baju lebaran, pada Senin (9/3/2026). Foto: Mitraberita

MITRABERITA.NET | Riuh tawa anak-anak memecah suasana salah satu pusat perbelanjaan di Banda Aceh, pada Senin (9/3/2026). Di antara rak-rak pakaian yang penuh warna, puluhan anak tampak antusias memilih baju terbaik mereka. Sesekali mereka saling menunjukkan pakaian yang disukai, sementara senyum lebar tak lepas dari wajah mereka.

Hari itu menjadi momen istimewa bagi 62 anak yatim dari Gampong Lamteumen Timur. Mereka diajak langsung oleh Keuchik gampong tersebut, Riazil, untuk berburu baju baru menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Bagi anak-anak itu, memilih sendiri baju lebaran bukan sekadar aktivitas berbelanja. Ada rasa diperhatikan, ada kebahagiaan yang tumbuh dari kepedulian seorang pemimpin gampong yang tak ingin mereka merasa sendiri menjelang hari raya.

Program membeli baju lebaran bagi anak yatim ini bukan hal baru. Tahun ini bahkan menjadi tahun kelima kegiatan tersebut dilaksanakan, bertepatan dengan lima tahun masa kepemimpinan Riazil sebagai keuchik di Gampong Lamteumen Timur.

Keceriaan anak-anak tampak jelas sepanjang kegiatan. Sebagian memilih pakaian dengan warna cerah, sementara yang lain tampak teliti mencoba ukuran baju yang pas. Beberapa dari mereka bahkan tak henti memamerkan baju pilihannya kepada teman-teman.

“Syukur, alhamdulillah kami mendapatkan pemimpin yang begitu peduli kepada anak-anak kami yang yatim,” ujar Fitri, salah seorang orang tua yang ikut mendampingi anaknya berbelanja.

Menurutnya, perhatian seperti ini sangat berarti bagi keluarga anak-anak yatim, terutama di tengah kondisi ekonomi yang tidak mudah.

“Semoga akan banyak lahir pemimpin seperti ini, yang bukan hanya memikirkan kepentingan pribadi, tetapi juga memperhatikan rakyatnya. Terima kasih Pak Keuchik,” ucapnya haru.

Dalam kegiatan tersebut, Riazil tidak datang sendiri. Ia turut mengajak unsur perangkat gampong seperti tuha peut, kepala dusun, serta Imum gampong untuk bersama-sama mendampingi anak-anak yatim selama kegiatan berlangsung.

Bagi Riazil, kegiatan ini bukan sekadar program sosial, tetapi bentuk tanggung jawab moral seorang pemimpin terhadap warganya, terutama mereka yang membutuhkan perhatian lebih.

“Alhamdulillah, ada rasa kebahagiaan dari kami. Kami menyadari kondisi ekonomi saat ini tidak mudah. Tapi perhatian kepada anak-anak kita jangan sampai terabaikan,” kata Riazil.

Ia menegaskan, jangan sampai anak-anak yatim harus menahan kesedihan pada hari yang seharusnya menjadi momen kebahagiaan bagi semua orang. “Jangan sampai mereka meneteskan air mata di hari yang fitrah karena tidak memiliki baju baru,” ujarnya.

Program ini sebenarnya telah dimulai sejak 2022 secara lebih terstruktur ketika Riazil menjabat sebagai keuchik. Namun kepeduliannya terhadap anak yatim sudah dilakukan jauh sebelumnya, bahkan sejak ia masih menjabat sebagai kepala dusun.

Saat itu, bantuan baju lebaran dan seragam sekolah hanya diberikan kepada anak yatim di Dusun Teratai. Kini, setelah memimpin gampong, program tersebut diperluas sehingga mencakup lima dusun di Lamteumen Timur.

Tak hanya menjelang lebaran, Riazil juga rutin membantu penyediaan seragam sekolah bagi anak-anak yatim saat tahun ajaran baru tiba. Baginya, kebahagiaan anak-anak itu adalah kebahagiaan seluruh gampong.

“Alhamdulillah, kami bersyukur bisa memberikan sedikit senyum dan kebahagiaan kepada anak-anak kami menjelang Hari Raya Idul Fitri,” pungkasnya.

Di tengah hiruk pikuk pusat perbelanjaan, hari itu bukan sekadar tentang membeli pakaian. Bagi puluhan anak yatim tersebut, ada rasa hangat yang mereka bawa pulang, bahwa di gampong mereka, masih ada tangan-tangan yang peduli memastikan mereka tetap tersenyum menyambut hari kemenangan. []

Editor: Redaksi

Media Online