MITRABERITA.NET | Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu kehebohan global setelah mengunggah sebuah foto yang diklaim memperlihatkan Presiden Venezuela Nicolás Maduro berada di atas kapal perang Angkatan Laut AS, USS Iwo Jima.
Unggahan tersebut semakin memperkeruh situasi geopolitik menyusul klaim sebelumnya bahwa Maduro telah ditangkap dalam operasi militer berskala besar Amerika Serikat terhadap Venezuela.
Dalam unggahan di media sosial miliknya yang dilihat media pada Ahad 4 Januari 2026, Trump menulis singkat, “Nicolas Maduro berada di atas kapal USS Iwo Jima.”
Pernyataan itu langsung menyita perhatian publik internasional, mengingat hingga kini belum ada konfirmasi resmi dan independen terkait keberadaan Presiden Venezuela tersebut.
Pada foto yang diunggah, Maduro terlihat mengenakan setelan olahraga berwarna abu-abu sambil menggenggam botol air mineral.
Matanya tertutup penutup berwarna hitam, sementara di kedua telinganya terpasang perangkat menyerupai headphone berukuran besar.
Kedua tangannya tampak diborgol, menambah kesan bahwa ia berada dalam status penahanan.
Di sisi Maduro, tampak seorang pria mengenakan jaket berlogo DEA (Drug Enforcement Administration), lembaga federal Amerika Serikat yang berada di bawah Departemen Kehakiman AS dan dikenal sebagai institusi penegak hukum yang menangani kejahatan narkotika internasional.
Kehadiran simbol DEA dalam foto tersebut semakin memperkuat narasi yang selama ini dibangun pemerintah AS, yang menuding Maduro terlibat dalam jaringan perdagangan narkotika global, tuduhan yang berulang kali dibantah Venezuela dan belum pernah diputuskan oleh pengadilan internasional.
Foto tersebut tidak menampilkan sosok Cilia Flores, istri Maduro, yang sebelumnya juga diklaim Trump ikut ditangkap dalam operasi yang sama. Hingga kini, tidak ada penjelasan resmi mengenai waktu, lokasi, maupun kondisi pengambilan gambar tersebut.
Unggahan foto ini muncul setelah Trump sebelumnya mengonfirmasi bahwa Maduro ditangkap dalam rangkaian operasi militer besar Amerika Serikat terhadap Venezuela.
Klaim tersebut disampaikan tak lama setelah sejumlah laporan ledakan dan serangan terhadap fasilitas militer Venezuela mencuat pada Sabtu (3/1/2026) dini hari, khususnya di ibu kota Caracas.
Sementara itu, Pemerintah Venezuela belum mengonfirmasi keaslian foto maupun klaim penangkapan tersebut. Wakil Presiden Venezuela sebelumnya menyatakan bahwa pihaknya tidak mengetahui keberadaan Presiden Nicolás Maduro dan menuntut bukti konkret dari Pemerintah Amerika Serikat.
Hingga kini, komunitas internasional masih menanti klarifikasi resmi dan verifikasi independen atas foto serta klaim penangkapan yang berpotensi memicu eskalasi konflik geopolitik di kawasan Amerika Latin dan dunia.
Editor: Redaksi













