MITRABERITA.NET | Masa tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh resmi diperpanjang. Seiring kebijakan tersebut, TNI Angkatan Udara kembali mengerahkan pesawat Hercules C-130 A-1336 untuk melanjutkan misi kemanusiaan berupa pengiriman dan pendistribusian bantuan logistik bagi masyarakat terdampak bencana.
Pesawat Hercules milik Skadron Udara 33 Lanud Husein Sastranegara tersebut mengangkut bantuan sosial dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Aceh dan mendarat di Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, pada Jumat (26/12/2025).
Sebanyak 3,445 ton bantuan kemanusiaan diturunkan di Pos Pendamping Nasional Bencana Hidrometeorologi Provinsi Aceh yang berlokasi di Shelter Galaxy, Mako Lanud SIM. Bantuan ini menjadi bagian penting dalam mendukung percepatan penanganan bencana di sejumlah wilayah yang terdampak cukup parah.
Adapun bantuan yang diangkut meliputi life craft rescue (LCR), pelampung, toolkit, electric blower, serta air minum sehat. Seluruh logistik tersebut diperuntukkan bagi masyarakat korban bencana hidrometeorologi yang melanda beberapa kabupaten dan kota di Aceh.
Setelah menurunkan bantuan di Aceh Besar, pesawat Hercules C-130 dijadwalkan kembali melanjutkan dropping bantuan lanjutan dari Pos Pendamping Nasional Aceh menuju Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah.
Distribusi melalui jalur udara ini dilakukan untuk menjangkau daerah-daerah yang masih sulit diakses melalui jalur darat akibat kerusakan infrastruktur.
Komandan Lanud Sultan Iskandar Muda, Kolonel Nav Sudaryanto, S.M., menegaskan bahwa jajarannya siap mendukung penuh perpanjangan masa tanggap darurat bencana alam di Aceh yang ditetapkan mulai 26 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026.
“Lanud SIM siap mendukung setiap keputusan pemerintah, baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah, dalam penanganan bencana di Aceh,” tegas Sudaryanto.
Ia menjelaskan bahwa dukungan TNI AU, khususnya melalui Lanud SIM, difokuskan pada optimalisasi jalur udara sebagai sarana distribusi bantuan yang cepat dan efektif, terutama bagi wilayah-wilayah yang terisolasi akibat banjir, longsor, dan cuaca ekstrem.
Menurutnya, kehadiran pesawat angkut Hercules menjadi krusial dalam situasi darurat, mengingat kemampuan pesawat ini menjangkau daerah terpencil serta mengangkut logistik dalam jumlah besar dalam waktu singkat.
“TNI AU akan terus berupaya memberikan dukungan terbaik dalam penyaluran bantuan sosial, agar kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi,” tambahnya.
Perpanjangan masa tanggap darurat ini menjadi sinyal bahwa penanganan bencana di Aceh masih memerlukan perhatian serius dan kerja sama lintas sektor, baik dari pemerintah pusat, daerah, TNI/Polri, maupun unsur relawan dan masyarakat.
Melalui dukungan udara yang berkelanjutan, diharapkan distribusi bantuan kemanusiaan dapat berjalan lancar, merata, dan tepat sasaran, sekaligus mempercepat pemulihan kondisi masyarakat di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh.
Editor: Redaksi






















