MITRABERITA.NET | Bea Cukai Banda Aceh terus memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan melalui kegiatan SEUDATI (Silaturahmi, Edukasi, dan Temu Wicara) yang dikemas dalam bentuk coffee morning bersama pelaku usaha travel umrah dan perusahaan jasa bandara.
Kegiatan yang digelar di Banda Aceh, pada Rabu (15/4/2026), ini menjadi ruang kolaboratif antara pemerintah dan mitra kerja dalam meningkatkan pemahaman terhadap ketentuan kepabeanan dan cukai, khususnya yang berkaitan dengan pelayanan penumpang internasional.
Sejumlah stakeholder turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya perwakilan travel umrah, perusahaan jasa bandara seperti PT Angkasa Pura Indonesia, PT IAS (Integrasi Aviasi Solusi), PT Gapura Angkasa, serta maskapai penerbangan yang beroperasi di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda.
Dalam forum tersebut, Bea Cukai Banda Aceh menyampaikan sejumlah materi penting, mulai dari aturan barang bawaan penumpang, ketentuan larangan dan pembatasan barang, hingga imbauan pengisian dokumen elektronik sebelum kedatangan di Indonesia.
Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman terkait prosedur pendaftaran IMEI untuk perangkat telekomunikasi serta kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai.
Kepala Kantor Bea Cukai Banda Aceh, Rahmat Priyandoko, menegaskan bahwa kegiatan SEUDATI merupakan langkah strategis dalam membangun komunikasi yang efektif dan kolaboratif dengan seluruh stakeholder.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat meningkatkan pemahaman para pelaku usaha dan mitra kerja terkait ketentuan yang berlaku, sehingga dapat mendukung kelancaran pelayanan serta meningkatkan kepatuhan,” ujarnya.
Lebih dari sekadar sosialisasi, kegiatan ini juga menjadi wadah dialog terbuka antara Bea Cukai dan para pelaku usaha untuk membahas berbagai kendala di lapangan, sekaligus merumuskan solusi bersama.
Dengan penguatan sinergi ini, diharapkan tercipta ekosistem pelayanan kepabeanan yang semakin efektif, transparan, dan berorientasi pada kemudahan layanan, khususnya bagi penumpang internasional yang melalui Bandara Sultan Iskandar Muda.
Editor: Redaksi











