MITRABERITA.NET | Ketika sebagian warga Desa Tengah Pelumat mulai terlelap, deru peralatan kerja justru masih terdengar dari lokasi pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0107/Aceh Selatan.
Di bawah sorotan lampu kerja, personel Satgas TMMD Aceh Selatan tersebut terus berjibaku hingga larut malam merangkai rangka tower penampung air, pada Jumat (7/8/2026). Besi demi besi disambung, baut dikencangkan, sementara rangka tower perlahan mulai menjulang.
Pekerjaan lembur tersebut dilakukan bukan sekadar mengejar penyelesaian proyek, tetapi untuk mempercepat hadirnya fasilitas air bersih yang sangat dibutuhkan masyarakat Desa Tengah Pelumat, Kecamatan Labuhanhaji Timur.
Pembangunan tower air merupakan bagian dari sasaran fisik TMMD ke-129 berupa pembangunan fasilitas sumur bor dalam. Tower tersebut nantinya menjadi bagian penting dari sistem penampungan sekaligus distribusi air bersih bagi masyarakat.
Dansatgas TMMD Reguler ke-129 Kodim 0107/Aceh Selatan, Letkol Inf Andrino N.D. Lubis, S.Sos, mengatakan percepatan pekerjaan dilakukan agar fasilitas tersebut dapat segera dimanfaatkan warga.
“Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda. Karena itu, setiap waktu yang tersedia kami manfaatkan seoptimal mungkin, termasuk bekerja hingga malam hari. Target kami jelas, seluruh sasaran harus selesai tepat waktu dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” tegas Andrino, dikutip Sabtu (8/8/2026).
Menurutnya, pembangunan tower penampung menjadi salah satu tahapan penting sebelum sistem air bersih dapat dioperasikan secara optimal.
Air yang bersumber dari sumur bor nantinya dialirkan menuju tangki penampung melalui sistem yang telah disiapkan. Dari penampungan tersebut, air kemudian didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Ini bukan sekadar membangun tower. Di balik pekerjaan ini ada kebutuhan masyarakat terhadap air bersih yang harus kami jawab. Karena itu, setiap tahapan kami kerjakan dengan serius dan terukur,” ujarnya.
Bukan Sekadar Bangunan, Ada Kebutuhan Warga yang Harus Dijawab
Letkol Inf Andrino Lubis menegaskan, pelaksanaan TMMD tidak hanya mengejar penyelesaian pembangunan fisik. Setiap fasilitas yang dibangun harus memiliki manfaat nyata dan dapat digunakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Kami ingin apa yang dibangun melalui TMMD benar-benar menjadi fasilitas yang bisa digunakan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ukuran keberhasilan kami bukan hanya pekerjaan selesai, tetapi sejauh mana hasilnya mampu meningkatkan kualitas kehidupan warga,” katanya.
Semangat itu pula yang membuat personel Satgas terus berpacu dengan waktu. Keterbatasan waktu pelaksanaan TMMD menuntut setiap tahapan pembangunan dikerjakan secara efektif agar seluruh sasaran yang telah ditetapkan dapat diselesaikan sesuai target.
Malam semakin larut, namun aktivitas di lokasi pembangunan belum berhenti. Di bawah cahaya lampu kerja, rangka besi terus dirakit hingga membentuk tower yang nantinya menjadi bagian dari sistem penyediaan air bersih bagi warga.
Di balik suara besi yang disambung dan baut yang dikencangkan, tersimpan harapan sederhana masyarakat Desa Tengah Pelumat: mendapatkan akses air bersih yang lebih mudah dan layak.
Satgas TMMD ke-129 pun terus bekerja, memastikan harapan itu tidak berhenti sebagai rencana, tetapi segera hadir menjadi fasilitas yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
Editor: Redaksi



















