MITRABERITA.NET | Dari fasilitas sederhana di lingkungan meunasah, manfaat pembangunan justru terasa dekat dengan keseharian warga. Tempat wudu di Komplek Meunasah Desa Blang Cot, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, yang dibangun Satgas TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie bersama masyarakat, kini rampung 100 persen dan siap digunakan, Senin (10/8/2026).
Seluruh bagian bangunan telah diselesaikan. Saluran air terpasang, air sudah mengalir, dan pengecatan juga telah rampung sehingga fasilitas tersebut siap menunjang aktivitas ibadah masyarakat.
Pembangunan tempat wudu dilakukan secara gotong royong antara personel Satgas TMMD dan warga. Proses tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan fasilitas yang benar-benar dibutuhkan masyarakat di lingkungan meunasah.
Koordinator Lapangan TMMD ke-129, Kapten Czi Putut Arianto, mengatakan penyelesaian tempat wudu merupakan salah satu sasaran yang diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi warga.
“Tempat wuduk ini sudah rampung dan air juga sudah mengalir dan telah dicat. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat, terutama untuk mendukung kegiatan ibadah dan berbagai aktivitas keagamaan di Komplek Meunasah,” ujar Kapten Czi Putut Arianto.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pembangunan. Semangat gotong royong tidak hanya membantu mempercepat pekerjaan, tetapi juga membangun rasa memiliki terhadap fasilitas yang nantinya digunakan bersama.
Apresiasi terhadap pembangunan tersebut disampaikan Pimpinan Dayah Babul Ma’rif Darul Mukhlisin, Tgk. Abdullah. Ia menilai kehadiran Satgas TMMD telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus lingkungan pendidikan keagamaan.
“Kami sangat mengapresiasi Satgas TMMD yang telah menunjukkan dedikasinya kepada masyarakat. Tidak hanya membangun sumur bor dan MCK untuk kebutuhan santri dan jamaah di komplek dayah, tetapi juga membangun tempat wuduk bagi masyarakat di Komplek Meunasah. Fasilitas ini sangat bermanfaat untuk menunjang kegiatan ibadah, pengajian dan memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat serta santri,” ungkapnya.
Kini, warga memiliki fasilitas wudu yang lebih layak untuk mendukung aktivitas ibadah sehari-hari. Tempat tersebut juga diharapkan dapat menunjang kegiatan pengajian dan berbagai aktivitas keagamaan yang berlangsung di lingkungan meunasah.
Bagi masyarakat, pembangunan seperti ini mungkin terlihat sederhana. Namun, keberadaan fasilitas air yang layak dan mudah diakses menjadi kebutuhan penting yang langsung bersentuhan dengan aktivitas mereka setiap hari.
Penyelesaian tempat wudu tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa TMMD ke-129 tidak hanya menyasar pembangunan fisik berskala besar. Kebutuhan sederhana yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat juga menjadi bagian dari sasaran pembangunan.
Dengan air yang telah mengalir dan bangunan yang telah rampung, tempat wudu di Blang Cot kini tinggal digunakan. Hasil kerja bersama Satgas dan warga itu diharapkan terus terawat dan memberi manfaat jauh setelah pelaksanaan TMMD ke-129 berakhir.
Editor: Redaksi






















