DAERAH

Rakerwas Program MBG di Aceh Tekankan Integritas dan Sinergi Lintas Instansi

×

Rakerwas Program MBG di Aceh Tekankan Integritas dan Sinergi Lintas Instansi

Sebarkan artikel ini
Rapat Kerja Pengawasan (Rakerwas) bertema Optimalisasi Peran Koreg dan Sinergitas Lintas Instansi Program MBG di Provinsi Aceh yang berlangsung di Hotel Amel Convention Hall, Banda Aceh, Kamis (7/5/2026). Foto: Dok. BGN

MITRABERITA.NET | Upaya memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Aceh terus didorong melalui penguatan koordinasi lintas sektor dan pengawasan yang akuntabel.

Hal itu mengemuka dalam Rapat Kerja Pengawasan (Rakerwas) bertema Optimalisasi Peran Koreg dan Sinergitas Lintas Instansi Program MBG di Provinsi Aceh yang berlangsung di Hotel Amel Convention Hall, Banda Aceh, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Irwasda Polda Aceh Djoko Susilo, serta perwakilan Kapolres dari seluruh kabupaten/kota se-Aceh. Dalam rapat tersebut, penguatan fungsi Koordinator Regional (Koreg) menjadi salah satu fokus utama pembahasan.

Koreg bersama wakil Koreg ditegaskan berperan sebagai fasilitator dan penasihat dalam pelaksanaan program, dengan tugas utama meninjau laporan dari Koordinator Wilayah (Korwil) serta memberikan rekomendasi strategis. Namun demikian, Koreg disebut tidak memiliki kewenangan eksekutorial dalam pengambilan keputusan akhir.

Selain itu, forum juga menekankan pentingnya integritas seluruh jajaran pelaksana di lapangan, mulai dari Korwil hingga Korcam (Koordinator Kecamatan). Para Korcam diminta melaporkan seluruh kondisi dan kendala secara jujur, objektif, dan transparan tanpa takut terhadap intimidasi dari pihak mana pun.

Sementara Korwil diingatkan agar menjalankan fungsi verifikasi dan pengawasan secara profesional, sekaligus menjaga independensi dengan menghindari potensi benturan kepentingan dengan yayasan maupun mitra kerja.

Rakerwas juga menyoroti pentingnya sinergitas multipihak dalam menyukseskan Program MBG di Aceh. Keberhasilan program dinilai sangat bergantung pada kolaborasi aktif antara Badan Gizi Nasional (BGN), Itwasda Polda Aceh, pemerintah daerah, jajaran kepolisian, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga mitra lokal di daerah.

Pendekatan persuasif, dialogis, dan kolaboratif disebut menjadi strategi utama dalam membangun dukungan masyarakat terhadap program yang menyasar peningkatan gizi tersebut.

Dalam kesimpulan rapat, peserta menegaskan bahwa penguatan koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama keberhasilan implementasi Program MBG di Aceh.

“Sinergi antara instansi vertikal, pemerintah daerah, serta komunitas lokal dinilai harus terus diperkuat agar program berjalan efektif dan tepat sasaran,” tegas Kareg Aceh Mustafa Kamal.

Selain itu, seluruh unsur pelaksana, baik di tingkat Koreg, Korwil, maupun Korcam, diminta menjaga integritas dan profesionalisme demi menjaga kredibilitas serta keberlanjutan program di masa mendatang.

Program MBG sendiri menjadi salah satu agenda prioritas nasional yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerah.[]

Media Online