DINAMIKA

Laskar Panglima Nanggroe Minta Publik Tak Hakimi Baitul Mal Aceh Akibat Dugaan Pungli

×

Laskar Panglima Nanggroe Minta Publik Tak Hakimi Baitul Mal Aceh Akibat Dugaan Pungli

Sebarkan artikel ini
Ketua Laskar Panglima Nanggroe Aceh, Sulaiman Mana. Foto: Mitraberita

MITRABERITA.NET | Ketua Laskar Panglima Nanggroe Aceh, Sulaiman Manaf, meminta masyarakat tetap objektif menyikapi dugaan praktik pungutan liar (pungli) dalam penyaluran bantuan modal usaha Baitul Mal Aceh.

Menurut Sulaiman Manaf, jika dugaan pungli yang dituduhkan tersebut ternyata nantinya terbukti, yang harus diproses adalah pelaku, bukan menghakimi seluruh lembaga.

“Jangan karena ulah segelintir orang yang belum tentu bagian dari lembaga, lalu seluruh Baitul Mal Aceh divonis buruk. Kita harus adil melihat persoalan ini,” kata Sulaiman, Sabtu malam (1/8/2026).

Ia mengatakan Baitul Mal Aceh selama ini telah berperan besar dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat, seperti bantuan modal usaha, santunan fakir miskin, beasiswa pendidikan, bantuan kesehatan, hingga renovasi rumah layak huni.

Karena itu, menurut Sulaiman, manfaat yang telah dirasakan oleh masyarakat tidak boleh diabaikan hanya karena dugaan pelanggaran yang masih dalam proses investigasi.

“Kalau memang ada yang menyalahgunakan amanah, tentu harus diproses. Tetapi jangan sampai kita menghapus semua manfaat yang selama ini telah dirasakan masyarakat hanya karena kesalahan segelintir orang,” ujarnya.

Sulaiman mengapresiasi langkah Baitul Mal Aceh yang menerima laporan masyarakat dan melakukan investigasi terhadap dugaan pungli tersebut. Ia menilai langkah itu menunjukkan komitmen dari lembaga untuk mengusut setiap dugaan pelanggaran secara terbuka.

Ia juga mengingatkan bahwa hingga kini belum ada hasil investigasi yang menyatakan keterlibatan unsur internal Baitul Mal Aceh. “Karena itu, asas praduga tak bersalah harus tetap dikedepankan,” katanya.

Selain mendukung penegakan hukum terhadap pelaku jika terbukti bersalah, Sulaiman juga mendorong Baitul Mal Aceh terus memperkuat sistem pengawasan dan transparansi agar kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana zakat tetap terjaga.

Menurutnya, menurunnya kepercayaan publik terhadap Baitul Mal Aceh dapat berdampak pada penghimpunan zakat, infak, dan sedekah, yang pada akhirnya akan merugikan para mustahik penerima manfaat.

Sebelumnya, Ketua Baitul Mal Aceh, Tgk. Muhammad Yunus, menyatakan pihaknya telah menerima laporan dugaan pungli dalam penyaluran bantuan modal usaha dan sedang melakukan investigasi untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab.

Ia juga menegaskan bahwa siapa pun yang terbukti melakukan pemotongan dana bantuan wajib mengembalikan hak mustahik dan akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.[]

Media Online