MITRABERITA.NET | Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh, Brigjen Pol Dr. Dedy Tabrani, mengingatkan para alumni Universitas U’budiyah Indonesia (UUI) agar tidak lengah terhadap ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang kini semakin mengkhawatirkan.
Pesan tersebut disampaikan Dedi Tabrani saat memberikan sambutan pada Rapat Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Universitas U’budiyah Indonesia (UUI) ke-XVI, yang berlangsung di Gedung Dayah Dawood Darussalam, Sabtu (26/9/2026).
Di hadapan para wisudawan dan keluarga yang hadir, Dedi menegaskan bahwa persoalan narkotika bukan lagi masalah yang hanya terjadi di perkotaan. Peredaran narkoba, kata dia, kini telah merambah hingga ke tingkat gampong.
“Hari ini narkoba sudah memasuki gampong-gampong,” demikian salah satu pesan yang disampaikan Kepala BNN Aceh.
Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh elemen masyarakat. Ancaman narkotika dapat menyasar siapa saja tanpa memandang usia, latar belakang pendidikan maupun status sosial.
Karena itu, momentum wisuda tidak hanya menjadi perayaan atas keberhasilan akademik para mahasiswa, tetapi juga menjadi momentum untuk mengingatkan generasi muda agar mampu menjaga diri dan lingkungan dari ancaman narkoba.
Dedi mengajak para alumni UUI yang telah menyelesaikan pendidikan untuk menjadi bagian dari kekuatan masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan narkotika.
Dengan bekal pendidikan yang dimiliki, para lulusan diharapkan tidak hanya sukses dalam dunia kerja dan kehidupan sosial, tetapi juga mampu memberikan pengaruh positif di tengah masyarakat.
Ia menekankan bahwa narkotika memiliki dampak yang luas. Penyalahgunaan narkoba tidak hanya dapat merusak kesehatan dan masa depan individu, tetapi juga dapat memengaruhi kehidupan keluarga, lingkungan sosial, bahkan menghambat pembangunan sumber daya manusia.
“Jangan sampai prestasi dan masa depan yang telah diperjuangkan selama bertahun-tahun rusak hanya karena narkoba,” pesan yang disampaikan dalam kesempatan tersebut.
Dedi juga mengingatkan pentingnya peran keluarga, kampus, masyarakat dan pemerintah dalam membangun benteng pencegahan narkotika. Upaya pemberantasan narkoba, menurutnya, tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan keterlibatan bersama.
Para alumni perguruan tinggi, lanjutnya, memiliki posisi strategis sebagai generasi terdidik yang dapat ikut menyampaikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya narkotika.
Terlebih, ketika peredaran narkoba telah menyentuh lingkungan gampong, maka kewaspadaan masyarakat juga harus semakin diperkuat. Lingkungan keluarga dan masyarakat diharapkan tidak bersikap apatis terhadap berbagai indikasi penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNN Aceh juga mengajak para wisudawan untuk menjadikan keberhasilan menyelesaikan pendidikan sebagai awal dari pengabdian yang lebih luas kepada masyarakat.
“Lulusan perguruan tinggi harus menjadi generasi yang mampu membawa perubahan positif, termasuk ikut menjaga lingkungan dari ancaman narkoba,” pesan Dedi.
Pesan tersebut menjadi salah satu perhatian penting dalam rangkaian Wisuda UUI ke-XVI. Para lulusan diharapkan tidak hanya membawa ijazah dan gelar akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga diri, keluarga dan lingkungan dari bahaya penyalahgunaan narkotika.
Wisuda Bukan Akhir, Tapi Awal Pengabdian
Rapat Senat Terbuka Wisuda UUI ke-XVI menjadi momentum penting bagi para lulusan untuk memasuki fase kehidupan baru. Di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks, mereka diharapkan mampu menjadi sumber daya manusia yang berintegritas, produktif dan memiliki kepedulian terhadap persoalan masyarakat.
Pesan Kepala BNN Aceh tentang bahaya narkoba menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan harus berjalan beriringan dengan kemampuan menjaga diri dan lingkungan.
Dengan semakin luasnya ancaman narkotika hingga ke pelosok gampong, generasi muda memiliki peran penting dalam membangun kesadaran bersama menuju masyarakat Aceh yang sehat, produktif dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.[]






















