DAERAH

Dari Sawah yang Retak hingga Langit yang Menurunkan Hujan

×

Dari Sawah yang Retak hingga Langit yang Menurunkan Hujan

Sebarkan artikel ini
Warga Darul Kamal melaksanakan Shalat Istisqa di halaman Masjid Babussalam, Gampong Lamkunyet, pada Senin (3/8/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR

MITRABERITA.NET | Tanah-tanah sawah di Aceh Besar mulai retak. Aliran air yang biasanya menghidupi hamparan padi semakin menyusut, sementara para petani hanya bisa memandang bulir padi yang menanti air untuk bertahan hidup.

Di tengah musim kemarau yang berkepanjangan, masyarakat memilih menempuh ikhtiar yang telah diwariskan turun-temurun: bermunajat kepada Allah SWT melalui Shalat Istisqa.

Pada Senin (3/8/2026) pagi, ratusan warga dari berbagai gampong memadati halaman Masjid Babussalam, Gampong Lamkunyet, Darul Kamal. Mereka datang bukan sekadar membawa sajadah, tetapi juga harapan agar hujan segera turun membasahi bumi yang mulai mengering.

Suasana berlangsung khusyuk. Lantunan doa dan istighfar menggema, dipimpin Ketua MPU Darul Kamal, Tgk. Muhibuddin. Di hadapan jamaah, ia mengajak seluruh masyarakat menghadirkan hati yang tulus dalam bermunajat.

“Mari bersama memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan dan keberkahan bagi negeri dan umat. Hadirkan hati, sucikan niat, dan kuatkan doa bersama,” ajaknya.

Shalat Istisqa itu turut diikuti para guru dan murid SD Negeri Lamkunyet. Kehadiran para pelajar menjadi pembelajaran nyata tentang nilai-nilai keislaman, bahwa dalam setiap ujian kehidupan, doa menjadi salah satu ikhtiar yang tidak pernah ditinggalkan masyarakat Aceh.

Di tengah kekhusyukan itu, sebuah momen yang menyentuh terjadi. Saat doa-doa dipanjatkan, titik-titik air mulai jatuh dari langit.

Hujan perlahan membasahi halaman masjid. Namun, tidak satu pun jamaah beranjak meninggalkan saf.

Mereka tetap berdiri dan melanjutkan ibadah dengan penuh khidmat, meski pakaian mulai basah diguyur hujan.

Bagi masyarakat yang telah berhari-hari menyaksikan sawah mengering, momen itu menghadirkan rasa haru yang sulit diungkapkan.

Langit yang sebelumnya cerah perlahan berubah mendung, lalu menurunkan hujan di tengah pelaksanaan Shalat Istisqa.

Camat Darul Kamal, Husaini, yang ikut melaksanakan shalat bersama masyarakat mengatakan, kekeringan yang melanda wilayahnya telah memberikan dampak nyata terhadap kehidupan petani.

“Kita melihat langsung kondisi di lapangan. Banyak sawah yang mulai mengering, bahkan sebagian sudah mengalami retak-retak tanah. Tentu ini sangat memengaruhi hasil pertanian masyarakat,” ujarnya.

Menurut Husaini, pemerintah kecamatan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mencari solusi atas persoalan kekeringan, mulai dari langkah penanganan jangka pendek hingga upaya jangka panjang.

“Shalat Istisqa ini adalah ikhtiar batin kita, sementara secara lahiriah pemerintah terus berupaya mencari solusi terbaik. Kita berharap Allah SWT memberikan hujan dan keberkahan bagi daerah kita,” katanya.

Sebelumnya, Imum Mukim Biluy, Rusdi, S.Pd, menggambarkan kondisi pertanian yang semakin memprihatinkan. Banyak lahan pertanian dan perkebunan kehilangan pasokan air, bahkan tanah sudah pecah-pecah ketika tanaman padi mulai memasuki fase pembentukan bulir.

“Kalau kondisi ini terus berlanjut, tentu akan berdampak besar terhadap ekonomi masyarakat. Karena itu, kita kembali kepada Allah, memohon dengan penuh harap agar diberikan hujan,” ujarnya.

Rusdi menilai Shalat Istisqa bukan hanya menjadi ikhtiar memohon turunnya hujan, tetapi juga sarana mewariskan nilai-nilai spiritual kepada generasi muda agar memahami pentingnya doa dalam menghadapi setiap ujian kehidupan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan tausiah Ketua MPU Darul Kamal, Tgk. Muhibuddin, yang mengajak masyarakat memperbanyak istighfar, menjaga hubungan baik dengan sesama, memperbanyak sedekah, dan menjadikan momentum tersebut sebagai refleksi untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Pelaksanaan Shalat Istisqa di Darul Kamal bukan sekadar ritual keagamaan. Di balik hamparan sawah yang retak dan kekhawatiran para petani akan gagal panen, tersimpan keyakinan bahwa setiap ikhtiar harus berjalan beriringan: usaha manusia di bumi dan doa yang dipanjatkan ke langit.(*)

Media Online