MITRABERITA.NET | Bupati Aceh Barat, Tarmizi, menegaskan seluruh perusahaan yang berinvestasi di daerah tersebut tidak boleh hanya berorientasi pada kegiatan usaha, tetapi juga wajib menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.
Penegasan itu disampaikan Tarmizi saat mengumpulkan seluruh perusahaan yang berinvestasi di Aceh Barat, pada Kamis (27/8/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan sejumlah tuntutan dan program prioritas yang perlu mendapat dukungan dunia usaha.
“Hari ini kami kumpulkan seluruh perusahaan yang ada investasi di Aceh Barat. Kami meminta semua perusahaan untuk berkomitmen peduli kepada masyarakat dan daerah Aceh Barat,” ujar Tarmizi.
Ia meminta perusahaan memberikan perhatian serius terhadap kondisi lingkungan di sekitar wilayah operasional. Lahan pertanian yang menjadi sumber pendapatan masyarakat, sumber air bersih, sungai, serta habitat di sekitar perusahaan harus dijaga dan tidak boleh rusak akibat aktivitas usaha.
Tarmizi juga mengajak perusahaan terus meningkatkan program penghijauan seiring meningkatnya ancaman El Nino. Menurutnya, menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan sekaligus upaya menghadapi perubahan kondisi iklim.
Selain itu, perusahaan diajak segera melakukan reklamasi dan menutup kembali lubang-lubang galian yang terbuka. Ia menyoroti lubang bekas galian yang luasnya menyerupai danau karena berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk dan meningkatkan risiko malaria.
“Baik yang legal maupun ilegal, lobang galian yang terbuka harus ditangani. Ini bisa menjadi sarang malaria yang kasusnya semakin meningkat saat ini,” tegasnya.
Khusus perusahaan perkebunan, Tarmizi meminta persoalan kebun plasma yang menjadi kewajiban berdasarkan ketentuan perundang-undangan segera diselesaikan. Pemerintah daerah tidak ingin persoalan tersebut terus berlarut dan menjadi beban bagi masyarakat.
Di sisi lain, ia mendorong perusahaan mengoptimalkan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk membantu pembangunan di sekitar wilayah operasional. Dukungan itu dapat diarahkan untuk pembangunan jalan dan jembatan, puskesmas, sekolah, masjid, serta kebutuhan masyarakat lainnya.
Pemerintah daerah juga mengajak perusahaan membuka ruang bagi usulan program CSR yang disusun Pemkab Aceh Barat, khususnya di sektor kesehatan, pendidikan, UMKM, dan infrastruktur.
Tarmizi turut meminta dukungan penuh dunia usaha terhadap program prioritas Presiden, Sekolah Rakyat. Menurutnya, kolaborasi perusahaan diperlukan agar program tersebut dapat berjalan dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Ia menyebut seluruh perusahaan yang hadir telah menyatakan komitmen untuk mendukung berbagai upaya pemerintah daerah. Pemkab Aceh Barat selanjutnya akan kembali mengundang perusahaan dengan melibatkan jajaran komisaris serta menyampaikan permintaan tersebut secara resmi.
Tarmizi menekankan pembangunan Aceh Barat membutuhkan kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan pentahelix, dengan pelaku usaha menjadi salah satu unsur penting dalam memperkuat pembangunan daerah.
Di tengah kondisi fiskal pemerintah daerah yang terbatas, ia juga mengapresiasi sikap kooperatif perusahaan yang bersedia berkolaborasi membantu pemerintah memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kolaborasi pemerintah dengan pelaku usaha sangat penting untuk membangun daerah. Kami mengapresiasi komitmen dan sikap kooperatif perusahaan dalam membantu Aceh Barat di tengah kondisi fiskal yang lemah,” pungkasnya.
Editor: Redaksi






















