MITRABERITA.NET | PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menegaskan komitmennya mendukung percepatan pemulihan masyarakat Aceh pascabencana hidrometeorologi melalui partisipasi aktif dalam pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara). Program ini menjadi wujud nyata kehadiran negara melalui sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah koordinasi Danantara Indonesia.
Pembangunan Huntara di Kabupaten Aceh Tamiang tersebut ditinjau langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Kamis (1/1/2026). Dalam kunjungan itu, Presiden menekankan pentingnya percepatan pemulihan agar masyarakat terdampak dapat segera kembali menjalani kehidupan secara aman, layak, dan bermartabat.
Sebagai bagian dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), BSI mengambil peran strategis dalam mendukung pembiayaan serta pemenuhan kebutuhan logistik pembangunan Huntara. Pada tahap awal, BSI berkontribusi sekitar 15 persen dari total target pembangunan tahap pertama hunian sementara tersebut.
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa capaian pembangunan Huntara hingga awal tahun 2026 merupakan hasil kerja keras dan sinergi lintas sektor, khususnya peran aktif BUMN di lapangan.
“Target pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang sudah ditetapkan sejak awal. Capaian hingga 1 Januari 2026 menunjukkan komitmen kuat seluruh pihak. BUMN bergerak cepat dalam kondisi yang tidak mudah demi memastikan masyarakat segera memperoleh hunian layak,” ujar Rosan.
Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyoroti disiplin eksekusi dan intensitas kerja tinggi yang dijalankan BUMN dalam mengejar target waktu pembangunan.
“Pembangunan Huntara dilakukan dalam waktu yang sangat terbatas. Proses konstruksi, pengadaan material, hingga pengawasan mutu dilakukan secara simultan agar target dapat tercapai sebelum awal tahun,” jelas Dony.
Menurutnya, koordinasi erat antara Danantara Indonesia, BUMN pelaksana, pemerintah daerah, dan kementerian terkait menjadi kunci utama menjaga progres pembangunan tetap sesuai rencana.
“Ini contoh konkret peran strategis BUMN sebagai perpanjangan tangan negara, tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga pada kepentingan sosial dan kemanusiaan,” tegasnya.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, yang turut mendampingi kunjungan Presiden, menyampaikan bahwa keterlibatan BSI tidak semata menyediakan layanan perbankan, tetapi memastikan masyarakat memiliki fondasi yang kuat untuk bangkit kembali.
“Hunian Sementara ini menjadi solusi krusial bagi saudara-saudara kita di Aceh yang kehilangan tempat tinggal. Sesuai arahan Danantara, hunian dibangun dengan standar ‘layak’—bukan sekadar atap, tetapi memberikan rasa aman, nyaman, dan bermartabat agar warga kembali produktif,” ujar Anggoro.
BSI mendukung penuh standar “Layak” yang diterapkan Danantara Indonesia. Huntara dirancang dengan konsep modular untuk menjamin kecepatan pembangunan dan kualitas, serta dilengkapi fasilitas pendukung seperti listrik gratis, akses air bersih, sistem drainase yang baik, hingga konektivitas Wi-Fi gratis guna mendukung akses informasi dan pemulihan ekonomi digital warga.
“Fasilitas ini penting agar pemulihan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga sosial dan ekonomi,” tambah Anggoro.
Komitmen Berkelanjutan BSI di Aceh
Partisipasi dalam pembangunan Huntara melengkapi rangkaian aksi kemanusiaan BSI sejak hari pertama bencana. Hingga kini, BSI telah menyalurkan lebih dari 140 ton bantuan logistik, mendirikan posko kesehatan dan dapur umum, serta menyediakan layanan trauma healing, khususnya bagi anak-anak.
Dari sisi layanan perbankan, BSI memastikan seluruh operasional di Aceh kembali normal per 30 Desember 2025. Selain itu, BSI juga menjalankan program restrukturisasi pembiayaan guna meringankan beban nasabah terdampak bencana.
Secara nasional, Danantara Indonesia bersama BP BUMN menargetkan penyelesaian 600 unit Huntara pada 8 Januari 2026, dengan target jangka menengah 15.000 unit hunian dalam tiga bulan ke depan. BSI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses ini hingga masyarakat Aceh benar-benar pulih dan bangkit kembali.
Editor: Redaksi









