DAERAH

Antisipasi Genangan Air di Komplek Perumahan Kesehatan, Warga Leu Ue Gelar Gotong Royong

×

Antisipasi Genangan Air di Komplek Perumahan Kesehatan, Warga Leu Ue Gelar Gotong Royong

Sebarkan artikel ini
Warga membersihkan saluran pembuangan di Komplek Kesehatan, Dusun Meurah, Gampong Leu Ue, Aceh Besar, Ahad (21/6/2026). Foto: Dok. MB

MITRABERITA.NET | Bila musim hujan, air kerap menggenangi pemukiman warga di komplek kesehatan Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

Seiring berjalannya waktu, saluran pembuangan yang dibangun permanen dua puluh tahun lalu, kini tersumbat dan rusak berat dimakan usia. Kondisi ini membuat warga semakin tidak nyaman.

Mengantisipasi banjir genangan, warga komplek kesehatan Gampong Leu Ue mengelar aksi gotong royong. Bersama-sama, warg turun ke lapangan untuk membersihkan saluran pembuangan tersebut pada Ahad (21/6/2026).

Ketua komplek kesehatan, Agus Ryanto mengatakan kondisi saluran pemukiman sudah rusak berat dan tersumbat, sehingga sangat rentan terhadap banjir genangan. Hampir semua sudut komplek salurannya sudah rusak berat karena dimakan usia.

“Hingga saat ini belum pernah direhab. Selama ini kami hanya mampu membersihkan sumbatan. Untuk melakukan rehabilitasi sangat tidak mungkin, karena butuh biaya besar,” ungkap pria yang akrab disapa Pak Dodo tersebut.

Ia menambahkan, pihaknya pernah menyampaikan kepada Pemerintah Gampong Leu Ue periode lalu, namun rencana rehabilitasi itu belum terrealisasi.

“Pada pemerintah gampong tahun ini juga sudah pernah kami ajukan permohonan, jawaban tidak tersedia dana, karena dana desa sudah sangat minim, akibat pemotongan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih,” tambah purnawirawan TNI-AD tersebut.

Keuchik Gampong Leu Ue Yusri, VE, ST, mengakui kondisi saluran pembuangan di pemukiman warga komplek kesehatan memang sangat rentan dan selalu banjir bila tiba musim hujan.

“Kami sangat prihatin dengan kondisi tersebut. Saat ini kondisi salurannya sudah rusak berat, kasihan warga bila musim hujan air merembes hingga ke dalam rumah, karena semua saluran tersumbat,” ujarnya.

Terkait dengan permohonan untuk dilakukan rehabilitasi, Yusri juga mengatakan bahwa pemerintah gampong belum sanggup, karena anggaran tahun ini juga sangat terbatas.

“Kalau tahun ini kita belum mampu, karena terbatasnya dana desa. Tapi walaupun begitu saya tidak pernah diam, saya juga terus berusaha untuk mencari sumber lain. Kami membuka jaringan dengan Pemkab Aceh Besar dan kawan-kawan di DPR Aceh dan DPRK Aceh Besar, mungkin mereka bisa membantu mengalokasikan dana Pokir mereka untuk kegiatan rehabilitasi saluran pembuangan di komplek kesehatan ini,” pungkasnya.

Editor: Redaksi

Media Online