PARLEMEN

Ketua DPRK Minta Wali Kota Pertimbangkan Sekolah Daring Imbas Kabut Asap di Banda Aceh

×

Ketua DPRK Minta Wali Kota Pertimbangkan Sekolah Daring Imbas Kabut Asap di Banda Aceh

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, meminta Pemko mempertimbangkan sekolah daring dan langkah antisipasi lainnya untuk melindungi warga dari paparan kabut asap. Foto: Humas DPRK 

MITRABERITA.NET | Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, meminta Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal mempertimbangkan penerapan pembelajaran daring atau sekolah online untuk sementara waktu menyusul kabut asap yang mulai menyelimuti Kota Banda Aceh. Langkah antisipatif tersebut dinilai penting untuk melindungi kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan.

“Warga kita imbau menggunakan masker, rumah sakit harus siaga, DLHK3 terus memantau perkembangan kabut asap, dan wali kota dapat mempertimbangkan sekolah daring maupun pengaturan jam kerja PNS,” kata Irwansyah, Jumat (16/10/2026).

Politikus muda PKS itu juga meminta pemerintah kota mempertimbangkan pengaturan jam kerja aparatur sipil negara (ASN) sebagai bagian dari upaya mengurangi paparan asap sekaligus menjaga kesehatan pegawai.

Diketahui, kabut asap mulai menyelimuti langit Banda Aceh secara bertahap sejak Kamis (15/10/2026). Kondisi ini dikhawatirkan mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya anak-anak dan warga yang memiliki gangguan pernapasan.

Menurut Irwansyah, kesehatan warga harus menjadi prioritas pemerintah. Karena itu, Pemerintah Kota Banda Aceh diminta tidak menunggu kondisi semakin memburuk untuk mengambil langkah perlindungan.

Ia turut meminta Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh memantau perkembangan kabut asap secara berkala serta menyampaikan informasi terkini mengenai kondisi udara kepada masyarakat.

Informasi yang akurat, kata dia, dibutuhkan agar warga dapat mengetahui perkembangan situasi dan menentukan langkah perlindungan. Masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah juga diimbau menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap.

Selain itu, Irwansyah meminta pemerintah memastikan ketersediaan masker tetap mencukupi dan mengawasi kemungkinan kenaikan harga yang tidak wajar. Ia mengingatkan agar kondisi tersebut tidak dimanfaatkan pihak tertentu untuk mengambil keuntungan dengan memainkan harga kebutuhan masyarakat.

Perhatian juga diarahkan kepada fasilitas kesehatan. Ia meminta rumah sakit pemerintah maupun swasta meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya pasien yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

“Rumah sakit harus sudah siaga jika sewaktu-waktu ada pasien yang terdampak kabut asap ini, misalnya karena ISPA, terutama anak-anak dan kelompok rentan lainnya,” ujarnya.

Irwansyah menyebutkan, kabut asap dilaporkan mulai memasuki wilayah Aceh secara bertahap, setelah sebelumnya menyelimuti Aceh Timur sebelum bergerak hingga Banda Aceh. Ia meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan dan menjalankan langkah pencegahan sesuai tugas masing-masing agar dampak terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat dapat diminimalkan.

Media Online