MITRABERITA.NET | Biaya pernikahan yang terus meningkat menjadi salah satu beban bagi keluarga, terutama masyarakat dengan keterbatasan ekonomi. Menjawab kebutuhan tersebut, Wakil Ketua I DPRK Banda Aceh, Daniel Abdul Wahab, mengadvokasi bantuan perangkat pelaminan agar dapat dimanfaatkan warga secara bersama.
Bantuan satu perangkat alat pelaminan tersebut diserahkan kepada Gampong Alue Deah Teungoh, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, Rabu (21/10/2026). Pengadaan fasilitas itu diperjuangkan Daniel melalui Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Banda Aceh sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya.
“Bagi masyarakat Aceh, pernikahan bukan sekadar penyatuan dua insan, melainkan juga peristiwa adat yang menyimpan kenangan sepanjang hayat,” ujar Daniel.
Menurutnya, pelaminan merupakan bagian penting dalam tradisi pernikahan masyarakat Aceh. Selain menjadi tempat pengantin bersanding, pelaminan juga menjadi simbol kebahagiaan keluarga sekaligus ruang bagi kerabat untuk menyampaikan doa dan restu.
Daniel mengatakan, bantuan tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi manfaatnya dapat dirasakan banyak keluarga. Terlebih, kebutuhan pernikahan tidak hanya menyangkut mahar, tetapi juga perlengkapan adat, dekorasi, konsumsi, dan berbagai keperluan lainnya.
“Memang alat pelaminan ini kecil, tetapi manfaatnya besar. Ini akan menjadi kenangan bagi warga sepanjang masa. Siapa pun tentu bangga duduk di atas pelaminan karena pernikahan adalah momen sekali seumur hidup,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Ia berharap keberadaan pelaminan milik gampong dapat mengurangi salah satu komponen pengeluaran keluarga yang hendak menyelenggarakan pesta pernikahan. Dengan demikian, warga tetap memiliki kesempatan melaksanakan prosesi adat secara layak tanpa harus terbebani seluruh biaya perlengkapan.
Daniel secara khusus meminta agar keluarga kurang mampu mendapatkan prioritas penggunaan fasilitas tersebut secara gratis. Kebijakan itu penting agar bantuan yang diperjuangkan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.
“Bantuan ini memang tidak menghapus semua beban, tetapi setidaknya dapat mengurangi salah satu pengeluaran yang harus ditanggung keluarga,” ujarnya.
Daniel berharap perangkat pelaminan tersebut dijaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan. Ia ingin fasilitas itu menjadi bentuk kepedulian bersama yang manfaatnya dapat dirasakan oleh banyak keluarga, sekaligus menjaga tradisi pernikahan masyarakat Aceh.
Keuchik Gampong Alue Deah Teungoh, Irwansyah, hadir dalam penyerahan bantuan tersebut bersama camat, perangkat gampong, dan ibu-ibu PKK. Warga juga berharap fasilitas itu dikelola dengan baik agar dapat digunakan lintas generasi.







