DAERAH

Momen Tim Pemenangan Nasir Nurdin Bawa Berkas Dukungan ke Kantor PWI Aceh

×

Momen Tim Pemenangan Nasir Nurdin Bawa Berkas Dukungan ke Kantor PWI Aceh

Sebarkan artikel ini
filter: 122; fileterIntensity: 0.800000; filterMask: 0; captureOrientation: 0; shaking: 0.000000; highlight: 1; motionR: 0; algolist: 0; multi-frame: 1; brp_mask: 0; brp_del_th: 0.0000,0.0000; brp_del_sen: 0.0000,0.0000; delta:1; bokeh:1; ispap:1; papproctime: 2026:10:17 11:44:24; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 246.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 42;zeissColor: bright;

MITRABERITA.NET | Kontestasi kepemimpinan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh mulai memanas setelah Nasir Nurdin, bakal calon ketua periode 2026–2031, bersama Muhammad Zairin yang maju sebagai bakal calon Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP), mendatangi markas PWI Aceh pada Sabtu (17/10/2026).

Mereka membawa berkas dukungan yang diserahkan kepada panitia konferensi. Rombongan berangkat dari Rex Premium Peunayong, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh. Sebelum bergerak, Nasir mengumumkan susunan tim pemenangan yang dipimpin Jufrizal alias Bang Coy. Sejumlah pengurus dan pendukung turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Nasir mengatakan pasangan itu menyerahkan formulir dukungan sesuai persyaratan yang ditetapkan Steering Committee (SC) Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Aceh XIII. Konferensi yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026 itu akan menentukan kepemimpinan organisasi wartawan tersebut untuk lima tahun ke depan.

“Insya Allah, Sabtu siang ini kita siap menyerahkan formulir dukungan 10 persen sebagaimana yang telah ditetapkan SC,” kata Nasir, di hadapan para pendukung dan tim pemenangan.

Bagi Nasir, pencalonan ini bukan semata-mata soal perebutan kursi ketua. Ia menyatakan masih ada pekerjaan organisasi yang perlu dituntaskan dan diperbaiki dari periode sebelumnya. Ia juga mengajak anggota PWI di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk terlibat dalam proses pembenahan tersebut.

“Kita ingin melanjutkan tongkat kepemimpinan ini bersama seluruh anggota PWI Aceh dan kabupaten/kota. Masih banyak hal yang perlu kita benahi dan tingkatkan yang belum selesai pada periode sebelumnya,” ujarnya.

Nasir menilai kehadiran Muhammad Zairin sebagai bakal calon Ketua DKP dapat memperkuat organisasi. Namun, efektivitas pasangan ini dalam membawa perubahan baru akan teruji melalui proses konferensi dan pelaksanaan program kerja apabila terpilih.

Momen penyerahan berkas dukungan dari tim pemenangan Nasir Nurdin kepada panitia, di Markas PWI Aceh, Sabtu (17/10/2026). Foto: Mitraberita

Di belakang pasangan tersebut, Jufrizal Coy dipercaya memimpin tim pemenangan. Muhammad Saleh alias Saleh Modus dan Muhammad Balia ditunjuk sebagai pelindung atau penasihat.

Abdul Hadi menjabat sekretaris sekaligus koordinator kabupaten/kota, sedangkan posisi bendahara dipercayakan kepada Tati Ariana dan Hidayat Pulo.

Tim itu juga membentuk divisi perencanaan dan strategi, pencitraan atau tim kreatif, hubungan anggota dan penggalangan dukungan, serta administrasi.

Jufrizal menyatakan timnya siap menggalang dukungan untuk memenangkan Nasir dan Zairin. Ia menilai keduanya tepat untuk melanjutkan pekerjaan organisasi yang belum tuntas.

“Bagi kami, harga mati untuk kemenangan Kanda Nasir Nurdin dan Bang Muhammad Zairin,” kata Jufrizal.

Pernyataan itu disambut yel-yel dukungan dari para anggota tim. Mereka meneriakkan, “Nasir Nurdin Ketua PWI Aceh dua periode.”

Sebelum berangkat ke Gedung PWI Aceh, para pendukung menyantap kuah beulangong, kuliner khas Aceh yang disajikan dalam pertemuan di Rex Peunayong.

Di markas PWI Aceh, berkas dukungan diserahkan kepada SC Konferprov XIII. Ketua SC Azwani Awi menerima dokumen tersebut bersama Sekretaris SC Iranda Novandi dan Imran Joni dari tim verifikasi berkas. Prosesi ditutup dengan foto bersama.

Penyerahan dokumen itu menjadi salah satu tahapan awal pencalonan. Adapun kelengkapan dan keabsahan dukungan tetap bergantung pada pemeriksaan panitia sesuai ketentuan konferensi. []

Media Online