TNI/POLRI

Dari Rumah Reyot Menuju Rumah Impian, Satgas TMMD Bangun Harapan Barlian

×

Dari Rumah Reyot Menuju Rumah Impian, Satgas TMMD Bangun Harapan Barlian

Sebarkan artikel ini
Rumah Barlian di Desa Kemumu Hilir, Aceh Selatan, yang direnovasi Satgas TMMD ke-129 Kodim 0107/Aceh Selatan kini mencapai 88 persen dan memasuki tahap finishing. Foto: Satgas TMMD

MITRABERITA.NET | Bagi Barlian, rumah bukan sekadar tempat berteduh. Di rumah sederhana di Desa Kemumu Hilir, Kecamatan Labuhanhaji Timur, Aceh Selatan, ia dan keluarganya menjalani hari-hari dalam kondisi serba terbatas.

Namun kini, rumah yang dahulu reyot dan jauh dari kata layak itu perlahan berubah. Sentuhan tangan personel Satgas TMMD ke-129 Kodim 0107/Aceh Selatan membuat hunian Barlian nyaris tak lagi dikenali.

Sabtu (8/8/2026), para personel Satgas masih berjibaku menyelesaikan sejumlah pekerjaan. Pemasangan keramik lantai dituntaskan, sementara plafon dan pengecatan bagian luar rumah terus dikebut. Hingga kini, progres pembangunan telah mencapai 88 persen.

Tinggal beberapa pekerjaan akhir, rumah tersebut segera berubah menjadi hunian yang lebih kokoh, aman, dan nyaman bagi Barlian bersama keluarganya.

Perubahan itu tampak jelas. Lantai yang sebelumnya belum tertata kini telah berlapis keramik. Bagian dalam rumah mulai memiliki plafon, sementara dinding luar yang sebelumnya menggunakan papan perlahan berganti menjadi dinding semen dengan balutan cat baru.

Bagi keluarga Barlian, perubahan itu bukan sekadar soal bangunan. Ada rasa lega dan harapan baru yang tumbuh bersama berdirinya rumah yang lebih layak.

Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0107/Aceh Selatan Letkol Inf Andrino D.N Lubis, S.Sos mengatakan penyelesaian pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tersebut terus dikebut menjelang berakhirnya pelaksanaan TMMD.

“Progresnya sudah 88 persen dan sekarang masuk finishing. Keramik, plafon dan pengecatan kita tuntaskan bertahap. Kita pastikan rumah ini selesai dengan hasil yang baik dan bisa memberikan kenyamanan bagi keluarga penerima,” ujarnya.

Menurut Andrino, keberhasilan pembangunan RTLH tidak hanya diukur dari selesainya pekerjaan secara administratif. Lebih dari itu, rumah yang dibangun harus benar-benar memenuhi kebutuhan dasar keluarga penerima.

“Target kita bukan sekadar menyelesaikan bangunan. Rumah ini harus benar-benar layak, aman dan nyaman ditempati. Itu yang menjadi ukuran keberhasilan kita,” tegasnya.

Sementara bagi Barlian, perubahan rumah tersebut terasa seperti mendapatkan rumah baru.

“Dulu rumah saya reyot dan tidak nyaman. Sekarang sudah jauh berbeda. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Satgas TMMD yang sudah membantu membangun rumah kami,” kata Barlian.

Pembangunan rumah Barlian menjadi salah satu bukti nyata bahwa TMMD tidak hanya berbicara tentang pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.

Di tengah pengerjaan berbagai sasaran fisik seperti jalan, jembatan, sumur bor dan pembangunan lainnya, Satgas TMMD juga menghadirkan perubahan bagi keluarga yang membutuhkan tempat tinggal yang lebih layak.

Menjelang penutupan TMMD ke-129, para personel Satgas terus berpacu dengan waktu untuk menuntaskan seluruh sasaran. Di rumah Barlian, perjuangan itu kini telah mendekati garis akhir.

Rumah yang dahulu reyot dan membuat keluarga hidup dalam keterbatasan, sebentar lagi akan menjadi tempat pulang yang lebih aman dan nyaman.

Bagi Barlian, mungkin yang berubah hanyalah sebuah rumah. Tetapi di balik dinding baru itu, ada harapan baru untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Editor: Redaksi

Media Online