MITRABERITA.NET | Spanyol memang menutup perjalanan gemilangnya di Piala Dunia 2026 dengan mengangkat trofi juara usai mengalahkan Argentina 1-0 di partai final.
Namun, menariknya, lawan yang paling menyulitkan La Furia Roja sepanjang turnamen ternyata bukan Lionel Messi dan Argentina, melainkan tim debutan asal Afrika, Tanjung Verde.
Fakta tersebut menjadi ironi tersendiri dalam perjalanan Spanyol menuju gelar juara dunia kedua mereka.
Argentina yang diperkuat Lionel Messi gagal memberikan ancaman berarti di final, sementara Tanjung Verde justru menjadi satu-satunya tim yang mampu membuat Spanyol frustrasi tanpa gol.
Pada laga final yang berlangsung di Stadion New York/New Jersey, Senin (20/7/2026) dini hari WIB, Spanyol harus berjuang hingga babak tambahan waktu sebelum akhirnya memastikan kemenangan 1-0 melalui gol Ferran Torres pada menit ke-106.
Meski menjadi pertandingan paling bergengsi di turnamen, final melawan Argentina tidak bisa disebut sebagai laga tersulit bagi pasukan Luis de la Fuente.
Statistik pertandingan memperlihatkan dominasi mutlak Spanyol, sementara Argentina bahkan gagal melepaskan satu pun tembakan sepanjang laga.
Justru ujian sesungguhnya datang sejak pertandingan pertama fase grup.
Menghadapi Tanjung Verde di Atlanta Stadium pada 15 Juni 2026, Spanyol yang datang sebagai salah satu favorit juara dibuat mati kutu. Meski menguasai jalannya pertandingan dan melepaskan 27 percobaan ke arah gawang lawan, tak satu pun mampu berbuah gol.
Sosok yang menjadi mimpi buruk Spanyol saat itu adalah kiper veteran Tanjung Verde, Vozinha. Penjaga gawang Blue Sharks tampil luar biasa dengan mencatatkan tujuh penyelamatan penting dan menjaga gawangnya tetap perawan hingga laga berakhir imbang 0-0.
Bahkan, Tanjung Verde yang sepanjang pertandingan lebih banyak bertahan masih mampu mencatatkan satu tembakan tepat sasaran ke gawang Spanyol.
Hasil imbang tanpa gol itu sempat memunculkan keraguan terhadap peluang Spanyol di Piala Dunia 2026. Namun, La Furia Roja justru bangkit dan menjelma menjadi tim paling konsisten sepanjang turnamen.
Setelah ditahan Tanjung Verde, Spanyol tampil nyaris sempurna dengan menumbangkan Arab Saudi 4-0, Uruguay 1-0, Austria 3-0, Portugal 1-0, Belgia 2-1, Prancis 2-0, hingga akhirnya mengalahkan Argentina 1-0 di final.
Sepanjang perjalanan menuju gelar juara, hanya Belgia yang mampu menjebol gawang Spanyol. Gol semata wayang Setan Merah dicetak Charles De Ketelaere pada babak gugur.
Artinya, dari delapan pertandingan yang dijalani Spanyol di Piala Dunia 2026, Tanjung Verde menjadi satu-satunya tim yang berhasil mempertahankan gawangnya dari kebobolan, sekaligus satu-satunya lawan yang tidak mampu dikalahkan oleh Lamine Yamal dan kawan-kawan.
Fakta tersebut menjadikan duel Spanyol kontra Tanjung Verde sebagai salah satu kejutan terbesar sepanjang Piala Dunia 2026.
Di saat tim-tim elite seperti Portugal, Prancis, Belgia, hingga Argentina akhirnya takluk di hadapan La Furia Roja, justru tim debutan asal Afrika itu mampu memaksa sang juara berbagi poin.
Gelar juara dunia kedua akhirnya tetap menjadi milik Spanyol, mengulang kesuksesan mereka pada 2010. Namun, di balik kisah kejayaan itu, pertandingan melawan Tanjung Verde akan selalu dikenang sebagai laga yang paling sulit ditaklukkan oleh sang kampiun dunia.
Editor: Redaksi






















