DAERAH

BNNP Aceh Gandeng Pemkab Simeulue Bangun Gerakan Bersama Lawan Narkoba

×

BNNP Aceh Gandeng Pemkab Simeulue Bangun Gerakan Bersama Lawan Narkoba

Sebarkan artikel ini
Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol Dedy Tabrani, meresmikan Unit Layanan Terpadu P4GN dan mengukuhkan Relawan Anti Narkoba Kabupaten Simeulue, pada Sabtu (6/6/2026). Foto: Humas BNNP Aceh

MITRABERITA.NET | Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh meresmikan Unit Layanan Terpadu (ULT) Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) serta mengukuhkan Relawan Anti Narkoba Kabupaten Simeulue, pada Sabtu (6/6/2026).

Peresmian yang dipimpin langsung Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Dedy Tabrani, itu menjadi langkah strategis dalam memperluas jangkauan layanan pencegahan, rehabilitasi, dan pemberdayaan masyarakat guna menghadapi ancaman narkoba yang terus mengintai generasi muda.

Kedatangan Kepala BNNP Aceh beserta rombongan disambut hangat oleh Bupati Simeulue Mohammad Nasrun Mikaris, Wakil Bupati, Ketua DPRK Simeulue, unsur Forkopimda, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Simeulue.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap adat dan budaya Aceh, Brigjen Dedy Tabrani bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) BNNP Aceh mengikuti prosesi Peusijuek yang dipimpin tokoh adat setempat sebelum memulai rangkaian kegiatan.

Momentum penting tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan antara BNNP Aceh dan Pemerintah Kabupaten Simeulue sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat gerakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol. Dedy Tabrani, mengatakan keberadaan ULT P4GN di Simeulue diharapkan menjadi pusat layanan terpadu yang mampu menjangkau masyarakat hingga ke pelosok wilayah kepulauan.

“ULT P4GN diharapkan menjadi garda terdepan dalam memberikan layanan informasi, edukasi, rehabilitasi, serta penguatan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan Kabupaten Simeulue yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika,” ujarnya.

Menurutnya, perang melawan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Dibutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat agar upaya pencegahan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Karena itu, pada kesempatan yang sama, BNNP Aceh juga mengukuhkan Relawan Anti Narkoba Kabupaten Simeulue yang diharapkan menjadi ujung tombak gerakan penyadaran masyarakat tentang bahaya narkotika.

Bupati Simeulue Mohammad Nasrun Mikaris menyambut baik pembentukan ULT P4GN dan pengukuhan relawan tersebut. Ia menilai langkah tersebut akan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, dan generasi muda dalam melindungi Simeulue dari ancaman narkoba.

“Keberadaan ULT P4GN dan Relawan Anti Narkoba menjadi kekuatan baru dalam membangun kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga Simeulue dari bahaya narkotika,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terlibat dalam penyalahgunaan maupun jaringan peredaran narkotika yang dapat merusak masa depan keluarga dan daerah.

Dalam arahannya kepada para relawan, Brigjen Pol. Dedy Tabrani menegaskan bahwa relawan memiliki peran penting sebagai agen perubahan dan pelopor gerakan hidup sehat di tengah masyarakat.

Relawan diharapkan mampu menjadi penyambung informasi, penggerak edukasi, serta mitra strategis pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba.

Usai memberikan arahan, Kepala BNNP Aceh memimpin prosesi pelantikan dan pengukuhan Relawan Anti Narkoba Kabupaten Simeulue yang dilanjutkan dengan pembacaan Ikrar Anti Narkoba sebagai simbol komitmen bersama dalam menolak segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Menariknya, seluruh relawan yang telah dikukuhkan juga mengikuti tes urine yang difasilitasi langsung oleh BNNP Aceh. Langkah tersebut menjadi simbol integritas sekaligus bentuk keteladanan bahwa para relawan harus terlebih dahulu memastikan diri bebas dari narkoba sebelum mengajak masyarakat melakukan hal yang sama.

Melalui pembentukan ULT P4GN dan penguatan jaringan relawan di tingkat daerah, BNNP Aceh berharap upaya pemberantasan narkoba semakin masif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, dan relawan, Simeulue diharapkan dapat menjadi salah satu daerah yang mampu membangun ketahanan sosial yang kokoh dalam menghadapi ancaman narkotika, sekaligus mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan bebas narkoba.

Editor: Redaksi

Media Online