MITRABERITA.NET | PT PLN (Persero) terus mempercepat upaya pemulihan sistem kelistrikan di Sumatera Utara pasca kerusakan infrastruktur transmisi akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut.
Pada Kamis (4/6/2026), PLN mendatangkan empat set Tower Emergency (TE) dari berbagai daerah serta mengerahkan personel lintas wilayah guna memperkuat pekerjaan di lapangan.
Langkah ini dilakukan menyusul kerusakan signifikan pada jaringan transmisi tegangan tinggi yang menjadi tulang punggung sistem kelistrikan Sumatera Utara.
Berdasarkan data PLN, seperti dilansir Sumutpos, sebanyak sembilan tower transmisi roboh dan tiga tower lainnya mengalami kerusakan sehingga membutuhkan penanganan khusus dan pekerjaan rekonstruksi secara intensif.
Sebagai bagian dari strategi percepatan pemulihan, PLN mengirimkan empat set Tower Emergency yang akan digunakan untuk membangun jalur transmisi darurat pada titik-titik terdampak. Satu set didatangkan dari Aceh, satu set dari Sumatera Selatan, dan dua set lainnya berasal dari Jakarta.
Khusus dua set Tower Emergency dari Jakarta, proses mobilisasinya dilakukan menggunakan pesawat militer Hercules agar peralatan dapat segera tiba di Sumatera Utara dan langsung digunakan dalam pekerjaan pemulihan.
Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN Unit Induk Pusat Penyaluran dan Pengatur Beban Sumatera, Yenti Elfina, mengatakan percepatan pemulihan menjadi prioritas utama perusahaan mengingat pentingnya menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat dan sektor-sektor vital lainnya.
“Kami bergerak cepat dengan mengerahkan personel lintas unit dan seluruh sumber daya yang dibutuhkan. Hari ini pesawat Hercules yang membawa dua set Tower Emergency dari Jakarta tiba di Sumatera Utara. Dukungan peralatan ini sangat penting untuk mempercepat pembangunan tower darurat dan pemulihan sistem transmisi yang terdampak,” ujar Yenti.
Menurutnya, fokus utama saat ini adalah pembangunan Tower Emergency pada jalur Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kilovolt yang mengalami kerusakan. Jalur tersebut memiliki peran strategis dalam menjaga kestabilan sistem kelistrikan di Sumatera Utara.
Di lapangan, ratusan personel PLN dari berbagai unit terus bekerja tanpa henti untuk memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai rencana. Mulai dari mobilisasi material, pembangunan konstruksi tower darurat, hingga pengamanan lokasi pekerjaan dilakukan secara intensif dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan kerja.
PLN menargetkan proses pendirian Tower Emergency dapat diselesaikan pada 14 Juni 2026. Target tersebut disusun berdasarkan perencanaan teknis yang telah dilakukan, dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan akses menuju lokasi pekerjaan.
“Seluruh personel bekerja secara maksimal selama 24 jam dengan mengedepankan keselamatan dan kualitas pekerjaan. Kami optimistis pendirian Tower Emergency dapat diselesaikan sesuai target sehingga proses normalisasi sistem kelistrikan dapat berjalan lebih cepat dan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat segera pulih sepenuhnya,” kata Yenti.
Selama masa pemulihan, PLN juga masih menerapkan manajemen beban secara terukur di sejumlah wilayah sebagai langkah menjaga stabilitas sistem kelistrikan yang masih dalam proses normalisasi. Perusahaan memastikan koordinasi terus dilakukan dengan berbagai pihak agar seluruh pekerjaan dapat berlangsung lancar dan tepat waktu.
Yenti turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama proses pemulihan berlangsung, termasuk pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat selama proses pemulihan berlangsung. Saat ini manajemen beban masih dilakukan secara terukur di beberapa wilayah untuk menjaga keandalan sistem,” pungkasnya.
Editor: Redaksi















