NASIONAL

Bukan Uang Tunai, Pemerintah Ungkap Alasan MBG Disalurkan dalam Bentuk Makanan

×

Bukan Uang Tunai, Pemerintah Ungkap Alasan MBG Disalurkan dalam Bentuk Makanan

Sebarkan artikel ini
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya bersalaman dengan Presiden Prabowo. Foto: Dok. BGN

MITRABERITA.NET | Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional menjelaskan alasan di balik kebijakan penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam bentuk makanan siap konsumsi, bukan bantuan uang tunai kepada keluarga penerima manfaat.

BGN menjelaskan bahwa kebijakan tersebut diambil Pemerintah untuk memastikan setiap anak memperoleh asupan nutrisi yang seimbang sesuai kebutuhan tumbuh kembang.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya, mengatakan skema pemberian makanan dinilai lebih efektif karena pemerintah dapat mengontrol langsung kualitas dan komposisi gizi yang diterima anak-anak.

Menurutnya, makanan yang disalurkan melalui program tersebut telah disusun dengan memperhatikan unsur gizi yang lengkap, mulai dari karbohidrat, protein, vitamin, hingga serat yang dibutuhkan tubuh setiap hari.

Sony menjelaskan bahwa pemahaman masyarakat, termasuk orang tua, terkait penyusunan pola makan sehat dan bergizi masih beragam. Karena itu, pemerintah perlu hadir melalui intervensi langsung agar seluruh anak memperoleh standar asupan nutrisi yang sama.

“Kadang-kadang orang tua tidak sama pemahamannya dalam memberikan makan bergizi ke anak, jadi pemerintah memberikan intervensi agar semua anak-anak makan gizi yang seimbang,” ujar Sony, dikutip dari unggahan media sosial @garuatvofficial, pada Rabu (20/5/2026).

Ia menilai penyaluran bantuan dalam bentuk uang tunai berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian dalam pemenuhan kebutuhan gizi anak. Pemerintah, kata dia, tidak dapat memastikan apakah bantuan tersebut benar-benar digunakan untuk menyediakan makanan dengan komposisi nutrisi yang lengkap.

Menurut Sony, terdapat kemungkinan makanan yang disiapkan justru hanya terfokus pada satu jenis kandungan nutrisi tertentu tanpa diimbangi unsur gizi lainnya.

“Kalau diberikan uangnya ke orang tua, bisa jadi yang dibuatkan atau dibelikan tersebut gizinya tidak seimbang, bisa jadi protein semua seperti daging saja,” jelasnya.

Melalui pola penyaluran dalam bentuk makanan siap konsumsi, pemerintah berharap kualitas gizi yang diterima anak dapat lebih terukur dan sesuai dengan kebutuhan harian.

Program MBG sendiri menjadi salah satu langkah pemerintah dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini melalui pemenuhan kebutuhan gizi yang lebih baik, merata, dan berkelanjutan. []

Media Online