MITRABERITA.NET | Pemerintah Kabupaten Aceh Besar kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat layanan kemanusiaan melalui pelantikan dan pengukuhan Dewan Kehormatan serta Dewan Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh Besar di Markas PMI Aceh Besar, Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Kamis (21/5/2026).
Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat dipimpin langsung Ketua PMI Aceh, Murdani Yusuf, dan diikuti seluruh Dewan Kehormatan serta Dewan Pengurus PMI Aceh Besar.
Kegiatan tersebut ditandai dengan penandatanganan berita acara pelantikan oleh Ketua PMI Aceh Besar Drs. H. Syukri A. Jalil, dan Ketua Dewan Kehormatan PMI Aceh Besar Bahrul Jamil, S.Sos., M.Si., Ketua PMI Aceh Murdani Yusuf, serta Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris.
Pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan pataka PMI oleh Ketua PMI Aceh Murdani Yusuf kepada Ketua PMI Aceh Besar Drs. H. Syukri A. Jalil sebagai simbol amanah dan tanggung jawab dalam menjalankan misi kemanusiaan.
Dalam sambutannya, Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus PMI sebelumnya yang telah memberikan pengabdian dan kontribusi selama menjalankan tugas kemanusiaan di Aceh Besar.
Kepada pengurus yang baru dilantik, Bupati berharap amanah tersebut dapat dijalankan dengan penuh keikhlasan, tanggung jawab, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Ia menegaskan, Aceh Besar memiliki wilayah yang sangat luas dengan kondisi geografis yang rentan terhadap berbagai potensi bencana seperti gempa bumi, tsunami, angin kencang, banjir hingga longsor. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat dan peran lembaga kemanusiaan dinilai sangat penting.
“Kita ketahui Kabupaten Aceh Besar sangat luas. Kondisi alam Aceh Besar sangat rentan terhadap berbagai bencana. Karena itu masyarakat harus selalu mawas diri dan memiliki ketahanan menghadapi risiko yang mungkin terjadi,” ujarnya.
“Keberadaan PMI sebagai organisasi kemanusiaan yang membantu pemerintah sangat dibutuhkan dalam membantu masyarakat terdampak bencana,” tegas Bupati yang akrab disapa Syech Muharram tersebut.
Pada kesempatan tersebut, Syech Muharram juga mengungkapkan komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk mendukung penguatan pelayanan PMI melalui pembangunan Unit Donor Darah (UDD) di Aceh Besar.
Menurutnya, rencana pembangunan UDD sebenarnya telah lama direncanakan dan kini diharapkan dapat segera direalisasikan setelah terbentuknya kepengurusan baru PMI Aceh Besar.
“PMI merupakan lembaga yang membantu pemerintah dalam tugas-tugas kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Karena itu, PMI wajib didukung dalam setiap program dan kegiatannya,” katanya.
Sementara itu, Ketua PMI Aceh Murdani Yusuf menyampaikan bahwa PMI merupakan organisasi independen dan mandiri yang lahir melalui landasan hukum yang kuat, yakni Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan, dengan tugas utama membantu pemerintah dalam urusan kemanusiaan.
Ia juga berharap pengurus baru PMI Aceh Besar segera melakukan penataan dan normalisasi struktur relawan agar lebih siap dimobilisasi saat dibutuhkan. Menurutnya, keberadaan Unit Donor Darah nantinya juga akan membantu memenuhi kebutuhan darah di Aceh yang saat ini berkisar antara 3.000 hingga 5.000 kantong per bulan.
Sementara itu, Ketua PMI Aceh Besar yang baru dilantik, Drs. H. Syukri A. Jalil, mengajak seluruh pengurus menjadikan organisasi kemanusiaan tersebut sebagai wadah pengabdian yang dijalankan dengan penuh keikhlasan dan dedikasi.
“PMI merupakan salah satu mitra utama pemerintah di bidang kemanusiaan. Saya berharap seluruh pengurus dapat bekerja dengan ikhlas, mewakafkan diri, dan penuh pengabdian untuk masyarakat,” ujarnya.
Acara pelantikan turut dihadiri anggota DPRA Dapil I Aceh, anggota DPRK Aceh Besar, jajaran kepala OPD Aceh Besar, unsur TNI-Polri, pengurus PMI kabupaten/kota, serta tokoh masyarakat setempat. []






















