MITRABERITA.NET | PT Bank Aceh Syariah resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT PosSaku Mitra Usaha untuk memperkuat digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Aceh melalui integrasi layanan keuangan dan teknologi Point of Sale (POS).
Kolaborasi tersebut menjadi langkah konkret dalam membangun ekosistem usaha yang lebih modern, terintegrasi, dan adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital. Melalui kerja sama itu, merchant Bank Aceh akan memperoleh akses ke aplikasi POS dari PosSaku yang telah terhubung langsung dengan sistem pembayaran QRIS Bank Aceh.
Integrasi tersebut memungkinkan pelaku usaha tidak hanya menerima transaksi pembayaran digital secara lebih mudah, tetapi juga mengelola berbagai kebutuhan operasional usaha dalam satu platform, mulai dari pencatatan transaksi, pengelolaan inventaris hingga penyusunan laporan usaha.
Dengan sistem yang lebih terintegrasi, pelaku UMKM diharapkan dapat meninggalkan proses manual yang selama ini kerap menjadi kendala dalam meningkatkan skala bisnis.
Direktur Dana dan Jasa Bank Aceh Syariah, Hendra Supardi, mengatakan pelaku UMKM saat ini dituntut lebih cepat beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar mampu bersaing di tengah perubahan pasar yang semakin dinamis.
“UMKM hari ini tidak cukup hanya ‘jalan’, tapi harus bisa ‘lari’ mengikuti perkembangan zaman. Kolaborasi ini kami hadirkan supaya pelaku usaha di Aceh bisa langsung adaptif dengan sistem digital tanpa harus ribet mulai dari nol,” ujar Hendra dalam keterangannya, yang diterima media ini, Rabu (20/5/2026).
Kerja sama tersebut juga tidak hanya sebatas integrasi sistem pembayaran digital. Kedua pihak turut menghadirkan program pemasaran bersama atau cross marketing, edukasi bagi merchant, serta skema harga khusus untuk pelaku usaha yang tergabung dalam ekosistem Bank Aceh.
Selain itu, proses pendaftaran atau onboarding merchant juga dirancang lebih cepat dan sederhana, dengan target proses verifikasi hingga aktivasi layanan maksimal tiga hari kerja.
Sementara itu, Direktur Pengembangan Produk dan Ekosistem PosSaku, Muharrir Hasbi, menilai kerja sama tersebut menjadi momentum penting dalam memperluas dampak digitalisasi terhadap UMKM di Aceh.
Menurutnya, integrasi antara sistem pembayaran dan pengelolaan usaha akan memberi ruang lebih besar bagi pelaku usaha untuk fokus mengembangkan bisnis mereka.
“Kami percaya, ketika sistem pembayaran dan pencatatan usaha sudah terintegrasi, pelaku UMKM bisa lebih fokus ke hal yang paling penting, yaitu mengembangkan bisnis mereka. Sisanya, biar sistem yang bantu kerja,” katanya.
Melalui kolaborasi ini, Bank Aceh Syariah dan PosSaku menargetkan terciptanya ekosistem UMKM yang lebih tertib administrasi, transparan, serta berbasis data. Integrasi QRIS sebagai metode pembayaran utama juga diharapkan dapat memperluas inklusi keuangan di Aceh.
Ke depan, kedua pihak juga membuka peluang pengembangan kerja sama yang lebih luas melalui inovasi layanan serta program pendampingan berkelanjutan bagi pelaku UMKM.
Langkah tersebut menjadi sinyal bahwa digitalisasi UMKM bukan lagi sebatas wacana, melainkan mulai diwujudkan secara nyata untuk mendorong pelaku usaha Aceh menjadi lebih kompetitif dan memiliki daya saing yang lebih kuat di era ekonomi digital.
Editor: Redaksi






















